Program PINTAR
Resmi Tanda Tangani MoU, Tanoto Foundation Dukung “Among Siswa” Kendal
Tanoto Foundation menerima kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Tanoto Foundation menerima kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi yang didampingi Kabid Pembinaan SMP, Fadluloh, dan Kasi Peserta Didik & Pembangunan Karakter Sekolah Dasar, Syaban Siantoro.
Tujuan kunjungan tersebut tak lain saling mendukung antara Program PINTAR Tanoto Foundation dan Among Siswa milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal.
Sikap saling dukung itu kemudian diwujudkan dalam akselerasi program PINTAR Tanoto Foundation yang telah berjalan sangat baik di Kabupaten Kendal melalui integrasi Learning Management System (LMS) Kendal Emas.
Secara garis besar, LMS akan mengadopsi program e-PINTAR yang dikembangkan oleh Tanoto Foundation.
LMS yang kini dibangun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal nantinya akan dapat dimanfaatkan oleh banyak orang.
Karena itulah, Kepala Dinas akan membuat surat edaran untuk semua guru, baik ASN ataupun non-ASN untuk memanfaatkan LMS.
Imbauan tersebut dilakukan demi peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru di seluruh wilayah Kabupaten Kendal.
Demi menjaga keberlanjutan program tersebut, disepakati pula pembentukan tim pengembang LMS, baik dari Tanoto Foundation maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal.
Tugas tim pengembang LMS, secara khusus adalah mengembangkan LMS itu sendiri serta mengupdate modul-modul yang dimiliki oleh Tanoto Foundation.
Kerja sama lain yang telah direncanakan adalah Program e-Pengawas.
Aplikasi kepengawasan dengan nama e-KENDALi (Kenali Dalami) ini merupakan program yang diperuntukkan bagi semua pengawas sekolah di Kabupaten Kendal untuk membantu memantau kemajuan sekolahnya.
Dalam program yang akan diluncurkan pada 21 Mei nanti, kontribusi yang diberikan oleh Tanoto Foundation berupa dukungan pembuatan hingga pengembangan program.
“Dari program e-Pengawas, stakeholder pendidikan termasuk para pejabat pendidikan maupun masyarakat bisa melihat kemajuan sekolah masing-masing atau yang berada di daerah tertentu atau di wilayah binaan pengawas tertentu,” terang Nurkolis, Koordinator Tanoto Foundation Jawa Tengah.
Masih dalam pembahasan e-Pengawas, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, “Perancangan program menggunakan model seperti rapor pendidikan yang bertanda merah, kuning, hijau, dan biru. Merah itu sangat kurang, kuning itu kurang, yang hijau itu bagus, dan biru sangat bagus. Dengan visualisasi seperti itu, maka akan sangat mudah mengidentifikasi sekolah yang harus diperbaiki, guru yang harus ditingkatkan kompetensinya sehingga berdampak pada prestasi murid.”
Dari semua program dan kebijakan Kabupaten Kendal yang saat ini sudah berjalan dan yang sedang direncanakan, telah mengarah pada kebijakan-kebijakan publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Dari-kiri-Syaban-Siantoro-Wahyu-Yusuf-Akhmadi-Nurkolis-M-Fadlulloh_1a.jpg)