Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Dakwah Rasulullah SAW dan Kondisi Masyarakat Arab Sebelum Ajaran Islam

Inilah cerita 25 nabi dan rasul untuk anak, kisah perjalanan dakwah Rasulullah SAW dan kondisi masyarakat Arab sebelum Islam.

Penulis: non | Editor: galih permadi
MOSLEMWORLD
Kisah Dakwah Rasulullah SAW dan Kondisi Masyarakat Arab Sebelum Ajaran Islam 

Masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa ajaran yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW tidak mempunyai dasar dan tujuan yang jelas.

Oleh karena itu mereka tidak peduli dan menentang habis – habisan hingga Islam lenyap dari Makkah, mereka menghina, mendzolimi, dan mengancam akan membunuh Nabi dan para pengikutnya.

Dalam menghadapi tanggapan yang tidak menyenangkan dan rintangan yang tidak ringan ini, Rosulullah SAW tetap terus berda`wah tanpa ada rasa takut dan gentar, meskipun beliau bertaruh nyawa.

Langkah – langkah kafir Quraisy untuk menghadang da`wah Nabi

1). Memfitnah Nabi Muhammad SAW dengan mengatakan Muhammad gila, Muhammad pembohong dan ajaran yang dibawanya sesat, dll.

2). Menghasut serta mengancam Abi Tholib apabila ia tidak bisa menghentikan da`wah Nabi. Kemudian pada suatu ketika Abi Tholib membujuk Nabi Muhammad SAW agar bersedia menghentikan kegiatan da`wahnya, karena banyak tokoh Quraisy yang mengancamnya bila ia tidak berhasil membujuk Nabi untuk menghentikan da`wahnya. Namun, permohonan pamannya itu tidak dikabulkan.

3). Pendekatan melalui jalur kekeluargaan, Abu Jahal dan Abu Sufyan sebagai perwakilan dari keluarga mendatangi Abi Tholib, mereka berkata kepadanya :” Hai Abi Tholib kamu sudah tua, kamu harus menjaga dirimu jangan membela Muhammad, jika hal ini kamu lakukan terus, maka keluarga kita akan terpecah belah”. Tapi langkah ini tidak membuahkan hasil, lantaran tekad Muhammad begitu kuat, meskipun beliau harus bertaruh nyawa.

4). Membujuk dan menawarkan pemuda yang sebaya dengan Muhammad yang bernama Amrah ibnu Walid. Merekaberkata :” Wahai Abu Tholib, Muhammad saya tukar dengan pemuda ini, periharalah orang ini dan serahkan Muhammad kepada kami untuk kami bunuh”.

Mendengar tawaran yang menghina ini, Abi Tholib marah seraya berkata dengan lantang :” Wahai orang – orang kasar, silahkan kalian mau berbuat apa saja, aku tidak akan takut”. Lalu, Abi Tholib mengundang keluarga Bani Hasyim untuk memohon bantuan dan ikut menjaga Muhammad dari ancaman dan penganiayaan kaum Quraisy.

5). Para tokoh Quraisy mengutus kepada Utbah Ibnu Robi`ah untuk menemui Muhammad, dengan menawarkanbeberapa pilihan, ia berkata kepada Nabi “ Wahai Muhammad bila kamu menginginkan harta kekayaan, saya sanggup menyediakannya, bila menginginkan pangkat, maka saya sanggup mengangkatmu menjadi raja, dan bila menginginkan wanita cantik, maka aku sanggup mencarikannya”.

Mendengar tawaran itu Nabi menjawab dengan tegas melalui SurahAs – Sajdah ayat 1 – 37. Mendengar jawaban dari Nabi, maka Utbah tertunduk merasa malu dan dalam hati kecilnya membenarkan ajaran Islam dan dia masuk Islam, kemudian dia pulang kekaumnya seraya mengajak kepada kaumnya untuk memeluk agama Islam.

6). Diplomasi dan negosiasi, Setelah upaya paksa dan bujuk rayu tidak berhasil sementara umat Islam semakin berkembang, maka para tokoh quraisy mengajak diplomasi dan negosiasi dengan Nabi.

Mereka berkata :” Wahai Muhammad hendaknya kau menyembah tuhannya orang – orang quraisy dan orang – orang quraisy menyembah tuhanmu”.

Atas kejadian ini maka turunlah Surah Al Kafirun :“ 1)Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!. 2) aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, 3) dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah, 4)dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 6) Untukmu agamamu, dan untukku agamaku”.

Setelah permohonan untuk saling menyembah Tuhan tidak di terima, maka mereka mengajukan permohonan yang lain, yaitu : agar Muhammad mau mengganti Qur`an yang ada itu dengan Qur`an yang lain. Maka turunlah ayat 15 SurahYunus :“ qul mā yakụnu lī an ubaddilahụ min tilqā`i nafsī, in attabi'u illā mā yụḥā ilayy, innī akhāfu in 'aṣhaitu rabbī 'ażāba yaumin 'aẓīm “ : Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah pantas bagiku menggantinya atas kemauanku sendiri. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (Kiamat) jika mendurhakai Tuhanku.”

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved