Program PINTAR
Kendal Unggul! Tanoto Foundation Siap Dukung Penuh “Among Siswa”
Bertempat di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kabupaten Kendal, diselenggarakan “Launching Strategi ‘Among Siswa’”.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL, Sabtu (21/5) - Bertempat di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kabupaten Kendal, diselenggarakan “Launching Strategi ‘Among Siswa’”.
“Among Siswa” merupakan implementasi dari program penggerak yang dirancang dalam rangka perbaikan kualitas pendidikan Kabupaten Kendal.
“Among Siswa” digagas langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, S.STP., M.Si.
Menurut Wahyu, sistem among Ki Hadjar Dewantara sangat menginspirasi terbentuknya program ini.
“Seorang guru adalah pemomong.
Maka, melalui program ini diharapkan guru dapat memomong siswa dengan baik.
Apalagi program ini sejalan dengan Merdeka Belajar seri kelima, yaitu Program Guru Penggerak, dan seri ketujuh, yaitu Kurikulum Merdeka,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari proyek perubahan menuju Kendal Unggul, “Among Siswa” akan dijalankan ke dalam beberapa tahapan, yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang.
Untuk saat ini, berfokus pada program jangka pendek, meliputi: pembentukan tim efektif sebagai motor penggerak program, penetapan peraturan bupati tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kelas khusus olahraga, penyelenggaraan sekolah inklusi, aplikasi e-pengawas “Kendali”, platform Learning Management System (LMS) “Kendal Emas”, pengembangan potensi guru pembelajaran berdiferensiasi sebagai implementasi kurikulum merdeka, MoU dengan dispendukcapil tentang integrasi data kependidikan dalam kependudukan, laporan penyusunan proyek perubahan, dan program unggulan dalam proyek “Among Siswa”.
Dalam acara peresmian proyek perubahan tersebut, hadir Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Jumeri, S.TP., M.Si., Bupati Kabupaten Kendal, Dico M. Ganinduto, B.Sc., Ketua DPRD dan Komisi D, Kepala BPSDM, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah, Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah, Wakil Rektor 1 Universitas PGRI Semarang, para kepala sekolah, guru, dan siswa-siswi pemenang lomba “Among Siswa” yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Ulang Tahun ke-2 Kendal Pintar Berbagi (KPB).
Melanjutkan, Wahyu mengatakan bahwa dalam dunia pendidikan ada beberapa hal yang harus dibenahi pascapandemi saat ini, yakni recovery, pemerataan, serta peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.
“Pandemi covid-19 menjadi refleksi kita bersama untuk mengupayakan usaha terbaik termasuk pembenahan kualitas pendidikan,” ungkapnya.
“Kepala sekolah dan guru adalah pemimpin pendidikan untuk bergerak dan menggerakkan. Maka, keberhasilan proyek juga bergantung dari peran serta mereka.”
Menurut Dico, guru perlu didorong dan terus dituntut untuk melakukan inovasi.
“Ekosistem di sekitar guru harus mendukung. Inovasi guru hanya akan menjadi inovasi individu jika tidak dibarengi oleh dukungan ekosistemnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Bupati-Kendal-Dico-M-Ganinduto-BSc-bersama-Dirjen-Pendidikan-Anak-Usia-Dini_1.jpg)