Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Korban Banjir Rob Sriwulan Demak Krisis Air Bersih

Banjir rob masih merendam di pemukiman warga Perumahan Raden Patah, Desa Sriwulan, Sayung, Demak hingga saat ini.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
Rezanda Akbar D
Warga Sriwulan Demak yang mengambil bantuan air bersih 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Banjir rob masih merendam di pemukiman warga Perumahan Raden Patah, Desa Sriwulan, Sayung, Demak hingga saat ini.

Di hari ketiga, para warga mulai merasakan krisis air bersih. Meskipun hari sebelumnya 6 truk tangki dengan muatan 5000 air bersih telah di distribusikan.

Warga yang terdampak kelangkaan air bersih harus bolak-balik ambil air bersih di ujung jalan, RW 3 Perum Raden Patah. 

Dengan membawa wadah air seadaanya, para warga lansia  terlihat mengambil air bersih untuk mandi dan minum, Rabu (25/5/2022).

Para lansia ini sebagian besar menolak untuk mengungsi dan memilih bertahan di perumahan, dengan alasan rumah masih bisa ditempati. 

"Disuruh anak saya untuk ngungsi di Ungaran, tapi saya gak mau. Saya masih bertahan di sini (rumahnya), meski kalau banjir tinggi, ya ngungsi di mushola," ujar Ismaniah.

Meski harus bolak balik, warga rela mengangkut air bersih yang diisi di galon dengan tergopoh gopoh menyeberangi banjir menuju rumahnya.

 "Ya sedikit demi dikit. Mau gimana lagi, gak ada yang disuruh suruh di rumah," kata Rukmini.

Air bersih ini merupakan bantuan yang diberikan oleh sejumlah pihak, seperti Pemda Demak melalui BPBD, Dinas Sosial, PMI, PDAM, dan Kementriaan Sosial Jawa Tengah.

Selain itu, Gereja Ignatius Banjardowo Semarang, juga memberikan bantuan air bersih 3000 liter perhari yang diambil dari Kabupaten Semarang.

"Ini kemanusian, Kami melihat banyak warga yang membutuhkan air bersih selama banjir merendam rumah mereka. Sekitar 3000 liter perhari kami kirim, dan sengaja kami taruh di tandon ujung gang, biar warga ini ambil sendiri tanpa rebutan," kata Suster Gereja, Benevita Hati.

Di hari ketiga, banjir rob di Perum Pondok Raden Patah Sayung masih merendam ribuan rumah. 

Debit air terlihat surut mulai dinihari hingga pagi. Sementara, air kembali naik mulai pukul 12.00 wib hingga malam hari. (Rad)

Baca juga: Pemuda Ini Banggakan Purbalingga Ikut Berlayar Arungi Jalur Rempah Nusantara Bersama KRI Dewa Ruci

Baca juga: Saksi Lihat Wajah Siswi SMP Semarang Berdarah Ditendangi Sesama: Mbaknya ga nangis

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Disparpora Batang Imbau Wisatawan Berhati-hati Saat Kunjungi Pantai

Baca juga: PLN Siapkan Pengamanan Berlapis Untuk Dukung Kelancaran UTBK

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved