beacukai tanjungemas

Banjir Rob Pelabuhan Tanjung Emas, Layanan Bea Cukai Kembali Normal

Beberapa layanan prioritas untuk mengatasi kendala tersebut, diantaranya mempercepat proses pembatalan, Surat Persetujuan Barang Ekspor (SPPBE)

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Istimewa
Tanjung Emas telah aktif kembali, ekspor dan impor berjalan normal, Jumat (27/05/22). 

TRIBUNJATENG.COM - Banjir rob di Pelabuhan Tanjung Emas berangsur-surut, Layanan Kepabeanan Bea Cukai
Tanjung Emas telah aktif kembali, ekspor dan impor berjalan normal, Jumat (27/05/22).

“Personil kami dilapangan sudah siaga sejak pagi untuk kembali bertugas khususnya Terminal Peti Kemas Semarang, kami siap kembali bekerja 24 jam baik pelayanan kepabeanan maupun pengawasanpengawasan," terang Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Anton Martin terkait proses kepabeanan yang sempat terhenti akibat banjir rob.

Bahkan sejak Kamis (26/05/22), Layanan Gate in dan Gate out sudah kembali beroperasi.

Walaupun sempat tersendat, Bea Cukai Tanjung Emas tetap memberikan prioritas pelayanan pada peti kemas yang siap ekspor.

Data terakhir yang dimiliki KPPBC-TMP Tanjung Emas, setidaknya ada 185 peti kemas tujuan ekspor maupun impor yang terdampak akibat banjir rob.

Tanjung Emas telah aktif kembali, ekspor dan impor berjalan normal, Jumat (27/05/22).
Tanjung Emas telah aktif kembali, ekspor dan impor berjalan normal, Jumat (27/05/22). (Istimewa)

“Tentunya hal ini menjadi concern kami, karena pelaku usaha selain kerusakan barang pasti juga mengalami kerugian pada cost logistic akibat timeline loading dan unloading containernya.”

Sebagai instansi pemerintah yang berperan pada kelancaran arus barang tentunya ini menjadi perhatian dari Bea Cukai termasuk kemungkinan mendapat resiko kena pinalti dari buyer sampai pemutusan kontrak.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan peyalanan 24/7. Kami usahakan hal-hal yang tidak diinginkan tidak sampai terjadi," imbuh Anton.

Beberapa layanan prioritas untuk mengatasi kendala tersebut, diantaranya mempercepat proses pembatalan, Surat Persetujuan Barang Ekspor (SPPBE) serta pemeriksaan sebelum keluar Kawasan Pabean.

Bea Cukai Tanjung Emas juga memberikan solusi dengan membuat Standard Operational Procedure (SOP) secara manual untuk mempercepat proses perbaikan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

“Layanan ini kami berikan 24 jam. Kamis malam kemarin kegiatan gate in ekspor sebanyak 161 kontainer dan gate out impor sebanyak 115 kontainer,” jelas Anton.

Tanjung Emas telah aktif kembali, ekspor dan impor berjalan normal, Jumat (27/05/22).
Tanjung Emas telah aktif kembali, ekspor dan impor berjalan normal, Jumat (27/05/22). (Istimewa)

“Kami telah berkomitmen memberikan layanan terbaik disegala kondisi, saat Banjir Rob kemarin masih tinggal personil kami untuk mengamankan asset negara berupa HCVM, Gama Ray, Kapal Patroli dan X-ray sementara 60 petugas kami harus dievakuasi menggunakan perahu karet, karena Sebagian besar kendaraan pribadi mereka, baik motor maupun mobil terendam selama 4 hari di Pelabuhan. Saat ini alhamdulillah mulai kami evakuasi,” terang Anton.

Menurutnya hal ini sudah menjadi resiko pekerjaan, bahwa bagaimanapun keadaannya Bea Cukai siap memberikan pelayanan maksimal.

Tanggul jebol yang menyebabkan banjir rob di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas ini sementara telah diperbaiki menggunakan bambu dan karung berisi pasir.

Sehingga walaupun airlaut masih pasang namun banjir berangsur berkurang. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved