Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Halal Bihalal LDII Kendal 2022, Bupati Dico : Saya Kagum pada LDII

Sebanyak 2500 hingga 3000 warga LDII Kabupaten Kendal Jawa Tengah Halal Bihalal bersama Bupati Kendal Dico M Ganinduto

Istimewa
Sebanyak 2500 hingga 3000 warga LDII Kabupaten Kendal Jawa Tengah Halal Bihalal bersama Bupati Kendal Dico M Ganinduto di Komplek Masjid Agung Baitul Munir Brangsong Kendal, Minggu (29/5) pagi. 

6. Bidang kesehatan alami.

7. Bidang teknologi digital

8. Bidang energi terbarukan

Maka diantara programnya pendidikan dan pemberdayaan ekonomi syariah masyarakat.

Dalam hal pendidikan Prof Singgih menjelaskan bahwa warga LDII melalui PAC tidak hanya mengaji minimal 3 kali seminggu di masjid-masjid LDII.

Tapi juga mengembangkan pendidikan baik formal dan nonformal seperti pondok pesantren baik untuk pelajar dan mahasiswa, boarding school hingga TPQ dengan mengutamakan pendidikan budi pakerti, moral, agama, mental seperti yang diperintah Nabi Muhammad SAW.

"Harapannya generasi penerus LDII setelah memiliki karakter dan budi pakerli yang luhur bisa memberikan kontribusi pada warga sekitar dan bangsa Indonesia, diantaranya di daerah Kendal ini," harap Guru Besar Undip ini.

Apalagi saat ini tantangannya sangat berat dengan perkembangan digital dan millenium ini maka diperlukan generasi masa depan yang berkarakter dan memiliki kepahaman agama yang kuat.

Sebanyak 2500 hingga 3000 warga LDII Kabupaten Kendal Jawa Tengah Halal Bihalal bersama Bupati Kendal Dico M Ganinduto di Komplek Masjid Agung Baitul Munir Brangsong Kendal, Minggu (29/5) pagi.
Sebanyak 2500 hingga 3000 warga LDII Kabupaten Kendal Jawa Tengah Halal Bihalal bersama Bupati Kendal Dico M Ganinduto di Komplek Masjid Agung Baitul Munir Brangsong Kendal, Minggu (29/5) pagi. (Istimewa)

Diantaranya membangun Genrus Nusantara Boarding School, disingkat GNBS yang memadukan kurikulum Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan kurikulum Pendidikan Agama atau Bina Santri (Binsan).

Para siswa didik mulai pagi hingga siang hari akan dididik dengan kurikulum Sisdiknas yang telah dikemas dan dikembangkan materi pembelajarannya agar memiliki muatan spiritual setiap materi pembelajarannya.

Sore hingga malam hari, siswa-siswi akan dididik dengan pendidikan pondok pesantren sesuai dengan bakat dari masing-masing siswa.

Untuk pembentukan karakter, anak didik akan dibimbing oleh bapak dan ibu pamong agar siswa-siswi dapat membiasakan diri bersikap sopan-santun, uggah-ungguh, terampil berbicara dan bertata-krama yang baik sehingga setelah lulus dari GNBS diharapkan menjadi manusia yang berakhlakul karimah.

Pengelola GNBS menyadari, bahwa dalam menghadapi era globalisasi ini, dimana arus transformasi dan komunikasi mengalami perkembangan yang begitu hebat serta persaingan dalam dunia kerja semakin ketat, maka para siswa dan siswi GNBS akan dibimbing serta dididik menjadi tenaga professional di bidangnya masing-masing sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Tantangan selanjutnya adalah ekonomi, maka LDII mencoba menyiapkan pemberdayaan ekonomi diantaranya seperti perkebunan sawit dan peternakan sapi.

"Kebun sawit saat ini sudah memiliki 5000 hektar lahan yang dikelola melalui koperasi dan plasma, sehingga masyarakat bisa menanamkan modalnya," jelas Prof Singgih.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved