Berita Nasional
Sisningsih Sutarmin Kaget saat Dr Aqua Dwipayana Memintanya ke Depan
Pada acara yang dihadiri sekitar 250 orang pensiunan itu memberi sambutan Ketua Persatuan Pensiunan BNI Wilayah 17 Bambang Kuncoro
Penulis: Erwin Ardian | Editor: Erwin Ardian
TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA-Sisningsih Sutarmin, salah seorang peserta acara "P4 - Pertemuan Perdana Paska Pandemi" pensiunan BNI Wilayah 17 Yogyakarta, yang sedang tekun mencatat kaget saat Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana tiba-tiba memintanya ke depan. Hal yang sama juga dirasakan ratusan peserta lainnya.
Baca juga: Begini Megahnya Gunung Lawu Melalui Bukit Ganduman Karanganyar, HTM Cuma Rp 5.000
Baca juga: Pelaksanaan Praktik PK 3 Telah Dimulai, Sebanyak 76 Mahasiswa Jalani Praktik di 10 Rumah Sakit
Baca juga: Paska Inspeksi Gubernur, Sekda Cilacap Kawal Pembangunan Gedung UPTD Puskesmas Jureklegi I
Kejadian tersebut Selasa pagi (31/5/2022) di Bale Perwita - Taman Perwacy, Jl Ringroad Selatan No 72, Manggisan, Bantul, Yogyakarta. Saat itu Dr Aqua sedang menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi di depan sekitar 250 orang. Topiknya adalah ""Hikmah Pandemi Sebagai Semangat Spiritual Menuju Hidup Berkualitas".
Pada acara yang dihadiri sekitar 250 orang pensiunan itu memberi sambutan Ketua Persatuan Pensiunan BNI Wilayah 17 Bambang Kuncoro yang akrab dipanggil Bakun dan Pimpinan BNI Wilayah 17 Yogyakarta Bebi Lolita Indriani.
"Ibu yang dari tadi tekun mencatat mohon ke sini. Saya mau ngobrol dan memberikan apresiasi kepada ibu," ujar Dr Aqua memanggil seorang peserta perempuan ke depan yang duduk di barisan nomor tiga dari depan.
Kemudian ibu tersebut ke depan. Dr Aqua
memintanya memperkenalkan diri karena sebagian belum mengenalnya.
"Saya Nyonya Sisningsih Sutarmin. Almarhum suami saya Bapak Sutarmin tahun 2000 pensiun dari BNI. Beliau meninggal pada 2012. Sedangkan saya pensiun dari Bank Indonesia pada 1 Maret 2010," jelas Sisningsih.
Kemudian Dr Aqua menanyakan alasannya tekun mencatat. Kondisinya berbeda dengan peserta lain yang tidak melakukan hal serupa.
"Presentasi Bapak Aqua sangat berkesan bagi saya, terutama semua nasihat yang harus konsisten dipraktikkan dalam pergaulan sehari-hari. Makanya saya mencatat dan ingin melaksanakan semua pesan bapak," ujar Sisningsih.
Kepada semua peserta, Dr Aqua menyampaikan bahwa ketekunan Sisningsih mencatat selama acara Sharing Komunikasi dan Motivasi perlu dicontoh. Itu menunjukkan keteladanan sebagai manusia pembelajar. Meski sudah pensiun dari bekerja namun tidak pernah berhenti belajar.
"Di mana pun berada setiap ada kesempatan agar selalu belajar. Aktivitas itu tidak ada ruginya. Contohnya yang dilakukan Ibu Sisningsih," pesan Dr Aqua.
Sebagai apresiasi kepada Sisningsih, selain memanggilnya ke depan dan mengajak ngobrol, Dr Aqua memberinya sejumlah uang. "Terima kasih banyak Pak Aqua untuk hadiahnya," ujar perempuan lembut tersebut.
Pensiunan Jangan minder
Menanggapi seorang peserta, Kusnadi, Dr Aqua menegaskan semua pensiunan itu mulia, sehingga jangan sampai ada yang merasa minder. Sebaliknya karena selama bekerja memiliki banyak pengalaman di bidangnya masing-masing, bisa menjadi tempat bertanya dan referensi buat pegawai yang masih aktif bekerja.
Tidak kalah pentingnya selama pensiun "atasan" satu-satunya adalah Tuhan, tidak ada yang lain. Di antara semua atasan, Tuhan adalah yang terbaik dan sangat tahu persis kondisi semua bawahanNYA.
Dr Aqua melanjutkan agar jangan ada satu orang pun pensiunan BNI yang rendah diri, apapun jabatannya ketika masih bertugas. Karena sama sekali tidak ada alasan untuk bersikap seperti itu.
Justru yang perlu ditunjukkan secara konsisten, tambah pria yang telah pensiun dini di usia 35 tahun pada 2005 itu adalah sikap percaya diri dan rendah hati. Dengan begitu di mana pun berada selalu dihormati dan dihargai.
Dr Aqua kemudian menceritakan pengalamannya saat sembilan kali pindah kerja selama 17 tahun (1988-2005) di berbagai perusahaan besar termasuk multi nasional. Setiap berhenti kerja, selalu ada orang yang terkesan menaku-nakuti. Hal itu tidak membuat Dr Aqua gentar, bahkan makin mantap berhenti dari perusahaan tempatnya bekerja.
"Pak Aqua, Anda kalau tidak bekerja sebagai wartawan, tidak akan dihargai orang. Untuk itu jangan berhenti kerja," ujar Dr Aqua menirukan ucapan mereka.
Setelah menyimak itu, Dr Aqua langsung merespon, "Terima kasih banyak untuk saran dan semua atensinya. Saya tidak dihargai siapa pun di dunia ini ngga masalah sama sekali. Terpenting dihargai sama Tuhan," tegas Dr Aqua.
Kemudian doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini melanjutkan, untuk apa dihargai semua orang termasuk ada yang sikapnya menunduk dan mencium tangan, namun sama sekali tidak dihargai Tuhan. Paling penting adalah mendapat penghargaan dari Sang Pencipta alam semesta beserta isinya.
Bukan Faktor Duniawi
Dr Aqua menegaskan pengalamannya selama puluhan tahun berinteraksi dengan banyak orang yang latar belakangnya beragam, seseorang dihormati oleh orang lain bukan karena jabatan, pangkat, materi, kecerdasan, dan bukan faktor duniawi lainnya. Apalagi semuanya bakal berakhir. Hanya masing-masing menunggu waktu saja.
"Seseorang dihargai oleh orang lain karena dua hal. Pertama bagaimana orang itu menghargai dirinya. Kedua selalu menghormati orang lain tanpa melihat latar belakangnya," kata Dr Aqua menegaskan.
Kemudian mantan wartawan di banyak media besar itu mencontohnya yang perlu dilakukan semua pensiunan BNI dalam menghargai dirinya. Dengan melakukan itu di mana pun berada selalu dihormati.
"Setiap kenalan dengan seseorang, jika ditanya pekerjaannya, jawab dengan percaya diri pensiunan BNI. Ceritakan sedikit pengalaman selama bekerja di bank besar itu," pesan Dr Aqua.
Menjawabnya, ungkap pria yang sangat rendah hati ini, jangan pakai kata "hanya". Hal itu bisa membuat seseorang tidak dihargai orang lain.
"Contoh jawabannya, saya hanya pensiunan BNI. Apalagi saat mengatakan itu wajahnya sedih. Begitu melakukan hal tersebut sampai kapan pun tidak akan ada orang yang menghargai karena ngga menghargai diri sendiri," papar Dr Aqua.
Pria yang hobi silaturahim ini melanjutkan, hargailah semua orang tanpa melihat latar belakangnya. Dengan begitu akan mendapat balasan serupa yakni penghargaan yang sama bahkan lebih dari itu.
"Saya sudah membuktikan hal itu. Selama 17 tahun tidak punya jabatan, hanya sebagai rakyat Indonesia. Namun setiap hari merasakan penghargaan dari semua orang yang saya ajak berkomunikasi. Mereka umumnya memiliki jabatan bahkan banyak yang pangkatnya jenderal," ujar Dr Aqua.
"CCTV-nya" Banyak sekali
Pria yang senang membantu sesama dengan ikhlas itu saat sharing mengulas cara terbaik para pensiunan beraktivitas setelah pandemi Covid-19 dengan mengambil banyak hikmah atas berbagai kejadian dua tahun terakhir ini. Kemudian berusaha hidupnya menjadi lebih baik dengan melibatkan Tuhan pada semua kegiatan.
Kepada semua yang hadir Dr Aqua menyarankan makin bersyukur karena telah mendapatkan banyak rezeki yang tidak dapat digantikan dengan materi berapa pun juga. Selain itu tidak semua orang memperolehnya.
Rezeki tersebut, kata penulis buku "super best seller" Trilogi The Power of Silaturahim itu antara lain sampai sekarang sehat sehingga bisa menghadiri Pertemuan Perdana Paska Pandemi pensiunan BNI Wilayah 17 Yogyakarta. Betapa nikmatnya saat sehat sehingga dapat melakukan aktivitas apapun.
"Semua pensiunan BNI yang sampai sekarang masih sehat harus banyak bersyukur. Mereka diberi kesempatan untuk dapat melakukan berbagai aktivitas yang berkualitas dan bermanfaat buat sesama," ujar Dr Aqua yang hobi silaturahim ke para pensiunan.
Selain itu lanjut motivator laris tersebut, bisa silaturahim ke banyak orang termasuk ke teman-teman sesama pensiunan. Betapa bahagianya bertemu dengan banyak orang dan bisa membahagiakan mereka.
Juga bersyukur sebagai pensiunan BNI, institusi yang sangat kredibel di dunia. Sehingga sebagai pensiunan bank besar tersebut di mana pun berada termasuk di luar negeri, selalu dihargai orang yang ditemui.
"Di semua negara ada bank. Para pegawai dan pensiunannya dihormati. Begitu juga mereka yang pernah bekerja di BNI," tutur Dr Aqua.
Wujud dari rasa syukur itu, pesan pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 23 Januari 1970 itu semua pensiunan termasuk keluarganya, dimanapun berada agar menjaga nama besar BNI, almamaternya tempat mereka pernah lama bekerja. Untuk itu tutur kata dan perilakunya agar selalu diperhatikan. Jangan sampai menimbulkan masalah.
Selama 24 jam, langsung maupun tidak langsung, masyarakat menyoroti pensiunan BNI dan keluarganya. Jadi "CCTV-nya" banyak sekali.
"Semua pensiunan dan keluarganya agar menjaga nama besar dan nama baik BNI. Secara konsisten perilaku dan tutur katanya harus baik dan menghormati semua orang," kata Dr Aqua.
Bahagiakan Banyak Orang
Mengawali pemaparannya, Dr Aqua memberikan kejutan kepada semua yang hadir. Mereka sangat kaget dan sama sekali tidak menyangka dengan hal tersebut.
"Di panggung saya melihat banyak sekali hadiah yang akan dibagikan kepada semua yang hadir. Terkait itu saya ingin memberikan hal serupa," ujar Dr Aqua.
Pria yang paling senang membahagiakan banyak orang itu mengatakan sebagai ungkapan rasa syukur dan apresiasi kepada yang hadir, memberikan dua hadiah untuk empat orang yakni dua pasang suami istri.
Hadiah yang pertama jalan-jalan ke Malang, Jawa Timur dengan menginap selama dua malam di hotel terbaik di Malang yang Hotel Grand Mercure Malang Mirama yang merupakan bintang lima.
Sedangkan hadiah berikutnya jalan-jalan ke Jakarta dengan menginap selama dua malam di Hotel Mercura Cikini Jakarta. Untuk itu Dr Aqua menyerahkan ke Bakun menentukan pensiunan yang beruntung mendapatkannya.
Pengumuman dari Dr Aqua itu spontan menimbulkan apreasiasi seluruh peserta. Mereka dengan wajah gembira bersama-sama tepuk tangan.
"Jangan pernah pelit untuk berbagi termasuk materi. Yakinlah perbuatan positif itu tidak akan pernah merugikan orang yang memberi. Apalagi jika menyadari bahwa semua yang dimiliki adalah titipan Tuhan. Sewaktu-waktu bisa diambil pemilikNYA dan meminta pertanggungjawabannya," pungkas Dr Aqua.
Melepas Rindu
Dalam sambutannya Bakun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pensiunan yang hadir. Selama sekitar tiga tahun tidak ketemu karena pandemi Covid-19.
"Mari kita mengoptimalkan Pertemuan Perdana Paska Pandemi ini. Saling melepas rindu dengan sesama pensiunan BNI," ajak Bakun.
Acara ini, tambahnya sengaja mengundang Dr Aqua Dwipayana yang merupakan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional. Tujuannya agar dapat mencerahkan semua yang hadir.
"Terima kasih banyak kepada Pak Aqua yang di sela-sela jadwalnya yang padat berkenan hadir memenuhi undangan kami. Kehadiran bapak sangat besar manfaatnya buat seluruh pensiunan yang ada di sini," ungkap Bakun.
Sementara Bebi sebagai pembina pensiunan BNI Wilayah 17 Yogyakarta menyampaikan apresiasinya kepada semua yang hadir. Juga menjelaskan sekilas tentang BNI selama pandemi Covid-19.
"Salah satu bentuk apresiasi saya kepada para pensiunan, di hari pertama saya bertugas di Yogyakarta, saya melaksanakan buka puasa sama pensiunan. Tentunya bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir masih mengingat hal tersebut," ujar Bebi yang sebelumnya menjabat Pimpinan BNI Wilayah 18 Malang.
Acaranya diakhiri dengan lomba tarik suara antar rayon. Setiap rayon wajib menyanyikan dua lagu, satu lagu wajib Bis Sekolah dari Koes Plus dan satu lagi lagu pop pilihan bebas. Masing-masing lagu dapat dinyanyikan oleh perseorangan atau lebih dari satu orang.
Setelah itu pembagian hadiah. Semua yang hadir mendapatkannya sehingga mereka pulang dengan penuh bahagia dan sejuta cerita menyenangkan.(*)
Baca juga: Dinkes Kota Semarang Akan Tingkatkan Kuantitas dan Kualit PJN Cegah DBD
Baca juga: Bupati Haryanto Akan Kembali Gelar Car-Free Day dan PTM 100 Persen jika Pati Sudah PPKM Level 1
Baca juga: Bupati Haryanto Akan Kembali Gelar Car-Free Day dan PTM 100 Persen jika Pati Sudah PPKM Level 1