Berita Nasional
Polda Metro Jaya Kukuh Tidak Meloloskan Fahri Calon Bintara Polri karena Buta Warna Parsial
Polda Metro Jaya kukuh dengan keputusan untuk tidak meloloskan calon bintara Fahri Fadillah Nurizky.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya kukuh dengan keputusan untuk tidak meloloskan calon bintara Fahri Fadillah Nurizky.
Diberitakan sebelumnya, Fahri gagal karena memiliki masalah penglihatan, yakni buta warna parsial.
Dia gagal dalam tiga kali seleksi dengan alasan yang sama.
Baca juga: Fahri Calon Bintara Polri yang Viral Gagal Pendidikan Ungkap Bukti Tidak Buta Warna
Polemik penerimaan siswa Bintara Polri 2021 atas nama Fahri Fadillah Nurizky masih menjadi buah bibir.
Terbaru, Fahri terus memperjuangkan nasibnya dengan membeberkan hasil diagnosa dari dua rumah sakit berbeda terkait permasalahan pada matanya yang didiagnosa mengidap buta warna parsial.
Meski begitu, Polda Metro Jaya tetap pada hasil supervisi Mabes Polri yang menyatakan Fahri tak bisa mengikuti pelatihan Bintara di SPN Polri, Lido, Sukabumi.
Hasil supervisi itu menyatakan Fahri tidak memenuhi syarat dikarenakan pada tahap pemeriksaan kesehatan, dirinya didiagnosa mengidap buta warna parsial.
"Jadi, hasil tim dokter untuk menentukan kesehatan mata yang bersangkutan hasilnya adalah buta warna parsial," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Kamis (2/6/2022).
Menurut Zulpan, keputusan Polda Metro Jaya itu bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan SDM dan Biddokkes Polda Metro Jaya.
Menurutnya, hasil tes yang dilakukan oleh tim dokter sesuai dengan metode saintifik dan kode etik kedokteran di Polda Metro Jaya.
"Sikap Polda Metro Jaya sampai hari ini kami tidak mengubah keputusan," terang Zulpan.
Zulpan kembali menkelaskan bahwa Fahri telah mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri di Polda Metro Jasa sebanyak tiga kali.
Hasilnya, Fahri tidak memenuhi syarat karena alasan medis yang sama, yakni buta warna parsial.
Pada seleksi penerimaan anggota Polri 2021, Fahri dinyatakan lulus tes gelombang pertama.
Ia menempati ranking 35 dari 1.200 peserta.