Berita Jateng

Bupati Nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono Divonis 8 Tahun Pidana Serta Denda Rp 700 Juta

Rochmat juga memberikan kesempatan untuk Budhi Sarwono dan Kedy Afandi, hingga JPU KPK, jika ingin memberikan banding

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Budi Susanto
Sidang putusan kasus korsupsi pada Dinas PUPR Banjarnegara yang digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Kamis (9/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ruang sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang penuh.

Tempat duduk yang disediakan diisi oleh peluhan orang.

Di tengah ruang sidang, Budhi Sarwono Bupati Nonaktif Banjarnegara, dan Kedy Afandi dihadirkan secara virtual.

Kedua terdakwa kasus korsupsi pada Dinas PUPR Banjarnegara itu nampak pada layar berukuran besar.

Budhi Sarwono mengenakan baju batik, sedangkan Kedy Afandi memakai baju putih.

Baca juga: Fakta di Balik Gadis di Makassar Simpan 7 Janin Dalam Kotak Makanan, Pemilik Kos Curiga Baunya

Baca juga: Dua Emak-emak di Karanganyar Tercebur Sumur Sedalam 12 Meter, Beruntung Warga Dengar Teriakan Mereka

Budhi Sarwono nampak pasrah dan bersandar di kursi, sementara Kedy Afandi terlihat sedikit tegang.

Mereka dihadirkan dalam persidangan lanjut, dengan agenda putusan dari majelis hakim.

Rochmat Ketua Majelis Hakim, yang memimpin sidang lanjutan tersebut, juga membacakan tuntutan hingga pembelaan.

Selain itu, Ia juga membacakan sejumlah alat bukti, baik pesan singkat hingga rekaman telpon.

"Sejumlah saksi sudah dihadirkan, dan membuktikan kedua terdakwa bertanggung jawab dalam kasus korupsi pada Dinas PUPR Banjarnegara tahun 2017-2018," jelasnya dalam sidang, Kamis (9/6/2022).

Ia mengatakan, kedua terdakwa juga terbukti menaikkan harga satuan barang dalam proyek pengerjaan Dinas PUPR.

"Kenaikan harga proyek berkisar 20 persen, dan 10 persenya sebagai fee," paparnya.

Meski demikian, dalam putusan, Ketua Majelis Hakim menyebutkan, kedua terdakwa terbebas dari tuntutan mengenai gratifikasi.

"Mereka dibebaskan dari tuntutan tersebut, namun tetap dinyatakan bersalah dan diadili," tegasnya.

Di akhir persidangan, Rochmat menyatakan, majelis hakim telah memutuskan, bahwa Budhi Sarwono dan Kedy Afandi divonis pidana 8 tahun.

"Mereka juga wajib membayar denda Rp 700 juta, jika tidak bisa membayar akan diganti kurungan selama 6 bulan," imbuhnya.

Rochmat juga memberikan kesempatan untuk Budhi Sarwono dan Kedy Afandi, hingga JPU KPK, jika ingin memberikan banding.

"Saya pikir-pikir dulu yang mulia, dan akan menyerahkan keputusannya ke penasihat hukum saya," jelas Budhi Sarwono.

Sementara, JPU KPK juga menyatakan hal serupa, untuk mempertimbangkan keputusan tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved