Berita Jepara

Pengakuan Mantan Pemimpin Khilafatul Muslimin Jepara, Polisi Masih Mendalami

Kapolres Jepara AKBP Warsono menerangkan, pihaknya telah mengidentifikasi tiga orang sebagai simpatisan Khilafatul Muslimim

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Setelah mencabut plang papan nama Khilafatul Muslimim Ummul Quro di rumah Murtadho, warga Desa Kuanyar RT 3/4, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Kamis (9/6/2022) sore. Kepolisian Resor Jepara akan memeriksa tiga orang.

Kapolres Jepara AKBP Warsono menerangkan, pihaknya telah mengidentifikasi tiga orang sebagai simpatisan Khilafatul Muslimim.

"Hari ini kita undang (ke Polres Jepara)," kata Warsono saat ditemui Tribunmuria.com, Jumat (10/6/2022).

Polisi berpangkat melati dua itu menerangkan, Khilafatul Muslimin di Kabupaten Jepara sudah tidak aktif selama masa pandemi.

Baca juga: Viral Aksi Gendam Modus Sulap Keliling Dari Pasar ke Pasar, Korban Serahkan Uang Rp 3 Juta

Baca juga: Misteri Hilangnya Sunaryo, Sempat Minta Dikirimi Uang, Kini Keluarga di Wonogiri Diancam Orang

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan pendalaman aktivitas Khilafatul Muslimin apakah sudah tidak aktif atau masih ada aktivitas.

Dia mengungkapkan pencopotan plang tersebut setelah ada sejumlah simpatisan di Khilafatul Muslimin ditangkap.

Selain itu, untuk merespons laporan dari masyarakat. 

"Agaknya bertentangan dengan ideologi Pancasila," bebernya.

Sementara itu, saat ditemui Tribunmuria.com, Murtadho menyampaikan tidak keberatan jika plang tersebut dicopot.

Plang tersebut terpasang di rumahnya saat ia menjadi Amir Ummul Qura Kabupaten Jepara pada 2017.

Setelah ada perubahan struktural, kata dia, kepengurusan Ummul Quro di Kabupaten Jepara sudah tidak ada.

Saat ini jamaah Khilafatul Muslimin di Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, dikoordinatori jamaah asal Kudus. 

"Kalau mau dicopot, silakan," kata Murtadho.

Dia juga mengaku  perangkat desa dan aparat sudah mendatanginya pada Rabu (8/6/2022) setelah Khilafatul Muslimin ramai menjadi perbincangan publik.

Hal ini juga dibenarkan oleh beberapa perangkat desa yang ditemui Tribunmuria.com.

Kedatangan tersebut satu di antaranya bertujuan mencopot plang yang menghebohkan warga Jepara. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved