Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kok Bisa Harga Bawang dan Cabai Kompak Naik? Ini Penjelasan Nurkholis

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mencatat ada beberapa kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain cabai dan bawang.

Tribun Jateng/ Budi Susanto
Pedagang cabai di Pasar Sampangan Kota Semarang, menunjukkan cabai rewit merah yang ia jual di tengah meroketnya harga cabai. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang mengungkap penyebab sejumlah harga kebutuhan bahan pokok. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mencatat ada beberapa kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain cabai dan bawang.

Sedangkan, kenaikan daging ayam sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. 

Harga cabai saat ini berkisar mulai Rp 60 ribu - 85 ribu. Harga bergantung pada jenis dan kualitas cabai. Adapun harga bawang merah saat ini berkisar Rp 50 ribu - 60 ribu dan bawang putih antara Rp 32 ribu - Rp 35 ribu. 

"Paling tinggi cabai setan sampai Rp 80 ribu, bahkan saat ini ada laporan sampai Rp 85 ribu. Kalau ayam sudah dari kemarin-kemarin. Daging sepertinya masih stabil," terang Nurkholis, Minggu (12/6/2022). 

Menurutnya, kenaikan sejumlah bahan pokok ini tidak disebabkan karena faktor distribusi.

Kenaikan dimungkinkan karena faktor produksi.

Cuaca ekstrim mempengaruhi total prodiksi komoditas kebutuhan bahan pokok yaitu cabai dan bawang. 

"Pancaroba mempengaruhi produksi. Kalau distribusi masih berjalan baik. Namanya faktor produksi itu ya gagal panen, biasanya sekian ton berkurang menjadi tidak maksimal," jelasnya. 

Nurkholis menyebut, pasokan cabai dan bawang di Kota Semarang berasal dari daerah sekitar Kota Lunpia dan Jawa Timur.

Untuk bawang merah mayoritas dari wilayah Tegal, Brebes, dan sekitarnya.

Sedangkan, cabai dari Bandungan, dan kota-kota lainnya.

Meski terjadi kenaikan,  dia memastikan tidak ada kelangkaan produk di pasaran. 

Hingga saat ini rencana operasi pasar belum akan dilakukan oleh pemerintah daerah.

Pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait upaya tindak lanjut yang perlu dilakukan, misalnya impor atau upaya lain untuk kembali menstabilkan harga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved