Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Imbauan Buat Warga Semarang, Telitilah Saat Beli Hewan Kurban, Kelihatan Sehat Tapi Sebenarnya Tidak

Hewan kurban yang dibeli harus benar-benar sehat, dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Pemeriksaan hewan ternak di RPH Penggaron Kota Semarang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masyarakat Kota Semarang diimbau berhati-hati saat membeli hewan kurban.

Hal ini mengingat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin merebak, tak terkecuali di Kota Lunpia. 

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengatakan, masyarakat harus selektif dalam membeli hewan ternak untuk Iduladha.

Baca juga: Juru Kunci Makam Padangsari Semarang Tewas, Firasat Istri Tak Seperti Biasanya

Baca juga: Manusia Berkulit Perak dan Pelajar Bolos Sekolah Digaruk Satpol PP Kabupaten Semarang

Baca juga: Partai Solidaritas Indonesia Audiensi KPU Kabupaten Semarang

Baca juga: Hendi Buka Pelayanan Pemkot Semarang di Akhir Pekan dan Malam Hari

Hewan yang dibeli harus benar-benar sehat, dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) karena bisa jadi hewan yang terlihat sehat ternyata tidak sehat. 

Menurutnya, saat ini maayarakat sudah mulai membeli hewan kurban.

Cukup banyak masyarakat yang menitipkan hewan yang telah dibeli kepada peternak untuk dirawat hingga masa Iduladha tiba dengan kesepakatan biaya perawatan. 

"Kadang-kadang masyarakat pasrah."

"Ini mungkin kurang dijaga."

"Maka, harus ada edukasi kepada peternak yang dititipi."

"Jangan sampai hewan-hewan kurban yang sudah dibeli masyarakat mengalami sakit atau hal-hal yang tidak diinginkan," terang Afif kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/6/2022). 

Pihaknya pun meminta Dispertan Kota Semarang untuk bisa melakukan edukasi lebih dini terkait pencegahan PMK mengingat masyarakat sudah mulai membeli hewan kurban.

Afif jug mengapresiasi langkah dinas terkait yang telah membentuk unit reaksi cepat untuk penanganan PMK.

Dia mendorong unit reaksi cepat ini bisa segera turun ke lapangan memantau peternak-peternak dan lapak-lapak penjualan hewan kurban yang biasanya mulai muncul menjelang Iduladha. 

"Ini harus ada edukasi kepada peternak yang dititipi hewan kurban."

"Kami minta Dispertan Kota Semarang ikut terjun ke lapangan demi keselamatan masyarakat," paparnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved