Berita Semarang

Lapak PKL Kariadi Semarang Ditargetkan Bersih pada Oktober Mendatang, Taman Kasmaran Jadi Alternatif

Lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Kariadi ditargetkan bersih pada Oktober mendatang

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Satpol PP Kota Semarang bersama instansi terkait melakukan rapat intern rencana penertiban PKL Kariadi, Rabu (15/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Kariadi ditargetkan bersih pada Oktober mendatang.

Penertiban PKL sepanjang Jalan Kariadi dilakukan guna mendukung rencana pembangunan kawasan kuliner Veteran. 

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, penertiban PKL Kariadi sisi selatan telah dilakukan pada 9 Mei lalu. Sebanyak 30 PKL Kariadi sisi selatan telah direlokasi ke Gedung Jati yang disiapkan oleh PT KAI.

Selanjutnya, Pemerintah Kota Semarang berencana menertibkan PKL Kariadi sisi selatan atau yang menempel dengan pagar RSUP Dr Kariadi.

Baca juga: Sosok Hadi Tjahjanto dan Zulkifli Hasan, Baru Saja Dilantik Jokowi Jadi Menteri ATR/BPN dan Mendag

Baca juga: Ciptakan Tujuh Varian Teh, Ratih Ingin Teh Lokal Batang Naik Kelas  

Rencana ini baru tahap rapat intern dengan Dinas Perdagangan, Dinas Penataan Ruang, dan Forkopimcam setempat. 

Nantinya, lurah setempat akan memberikan sosialisasi kepada para PKL terkait penertiban ini. Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang juga sembari memikirkan tempat relokasi bagi para pedagang. 

"Kami coba cari relokasi yang dekat dengan rumah sakit. Kami ingin Semarang tertib, PKL juga tertib sehingga bisa mencari nafkah dengan tenang," ujar Fajar, usai rapat intern rencana penertiban PKL Kariadi, di kantor Satpol PP Kota Semarang, Rabu (15/6/2022). 

Menurutnya, Taman Kasmaran bisa menjadi alternatif untuk relokasi para PKL Kariadi. Disana, banyak lapak yang tidak ditempati.

Dia meminta Dinas Perdagangan untuk melakukan pendataan lapak kosong di Taman Kasmaran.

Koordinasi dengan Distaru juga perlu dilakukan untuk pembuatan shelter-shelter di Taman Kasmaran.

Dia juga meminta lurah maupun camat setempat untuk mencarikan alternatif tempat relokasi lain yang bisa digunakan oleh para PKL Kariadi. 

Pihaknya baru akan melakukan pendataan jumlah PKL Kariadi. Dia memperkirakan ada sekitar 40 - 45 PKL dari gereja hingga jembatan arah makam Bergota. 

"Mungkin kalau sekitar 20 cukup itu. Sisanya, kita koordinasi dengan Distaru yang di Taman Kasmaran mudah-mudahan bisa dibuat shelter. Tinggal bagaimana kita pendekatan dengan PKL," terangnya. 

Ke depan, dia ingin tidak ada PKL di depan atau belakang rumah sakit. Tak hanya berlaku di RSUP Dr Kariadi, namun juga rumah sakit lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved