Kabupaten Semarang

Penutupan Pasar Hewan Diperpanjang Lagi, Imbas Makin Tingginya Kasus PMK di Kabupaten Semarang

Penutupan pasar hewan bakal diperpanjang karena kasus hewan terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Semarang semakin meningkat.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
Tribun Jateng/ Reza Gustav
DOKUMENTASI - Pedagang kambing berjualan di luar Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (27/5/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak ruminansia di Kabupaten Semarang tercatat semakin mengalami peningkatan atau menyebar.

Berdasarkan data Dispertanikap Kabupaten Semarang, jumlah kasus PMK mencapai 2.267 ekor per Minggu (19/6/2022).

Hewan yang terjangkit itu terdiri dari 120 sapi, 1.244 sapi perah, 850 sapi potong, 9 kambing, 16 domba, dan 28 kerbau.

Baca juga: Disiapkan TPU Baru di Gunungpati Semarang, Luasannya 8 Hektare, Tahun Ini Sudah Bisa Digunakan

Baca juga: Pelaku Perampokan Minimarket di Bergas Kabupaten Semarang Tertangkap

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, pihaknya akan memperpanjang penutupan seluruh pasar hewan di Kabupaten Semarang.

“Terkait dengan pasar, kami perpanjang penutupannya sampai 4 Juli 2022."

"Karena di beberapa kabupaten dan kota lain termasuk di Provinsi Jawa Timur (pasar hewan) juga ditutup."

"Kami khawatir kalau wilayah di sini dibuka, hewan ternak dari kabupaten kota atau provinsi lain justru masuk ke pasar hewan di Kabupaten Semarang."

"Khawatirnya akan lebih menyebar lagi,” ungkapnya kepada Tribunjateng.com, Senin (20/6/2022).

Baca juga: 13.184 Pendaftar Sudah Bisa Daftar PPDB SD Secara Online, Daya Tampung 14.364 Kursi di Kota Semarang

Baca juga: Harga Emas Antam Semarang di Level Rp 1.007.000 Hari ini, Ini Daftar Lengkapnya

Sebagai informasi, tempat penjualan hewan atau pasar hewan di Kabupaten Semarang sudah ditutup mulai 22 Mei 2022.

Penutupan kemudian tersebut awalnya berlaku selama dua pekan dan terus diperpanjang hingga saat ini.

Ngesti menambahkan, dalam menghadapi Hari Raya Iduladha, dia memberikan saran kepada warga untuk mencari penjual hewan ternak melalui daring atau online.

“Untuk kurban saran kami mencari melalui online."

"Kalau ada kesulitan sampaikan ke dinas."

"Dinas akan membantu untuk menunjukkan tempat-tempat ternak yang sehat."

"Harapan kami yang nanti disembelih warga yang memenuhi syarat dan ketentuan oleh MUI,” sambungnya.

Dia mengatakan, saat ini juga pihaknya sedang merencanakan rapat koordinasi terkait pengaturan saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. (*)

Baca juga: Pabrik Sepatu Olahraga Sedang Dibangun di Pati, Bakal Rekrut 2.500 Karyawan, Akhir Tahun Beroperasi

Baca juga: Pemkab Purbalingga Pamerkan Keberhasilan Rusman, Bikin Pengawet Makanan Berbahan Serabut Kelapa

Baca juga: Panen Raya Padi Organik di Karanganyar, Petani Bikin Kirab Tumpeng di Wisata Embung Setumpeng

Baca juga: Pemkab Batang Siapkan Elektronifikasi Transaksi Pendapatan Daerah, Sesuai Tuntutan UU HKPD

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved