Berita Blora
Kisah Inspiratif Bripka Puguh Dampingi Anak-anak Difabel di Blora: Susah Ada yang Rekaman Lagu
Bahkan sudah terbukti beberapa anak difabel binaan Bripka Puguh sudah ada yang juara lomba melukis serta sudah ada yang rekaman lagu
Penulis: ahmad mustakim | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Kisah inspiratif datang dari seorang Polisi bernama Bripka Puguh Agung Dwi Pambuditomo yang melakukan pendampingan anak-anak kaum difabel di Yayasan Insan Mandiri Blora Selatan yang terletak di wilayah Kelurahan Wulung Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.
Anggota Satlantas Polres Blora ini tetap menjalin silaturahmi dan mendampingi dalam pencarian dan pengembangan bakat anak -anak difabel meski lokasi yayasan terbilang jauh dari tempat domisili.
Bahkan sudah terbukti beberapa anak difabel binaan Bripka Puguh sudah ada yang juara lomba melukis serta sudah ada yang rekaman lagu.
Bripka Puguh bersama dengan rekan-rekan dari Pengasuh Yayasan Difabel Insan Mandiri Blora Selatan melaunching kerajinan tangan tas dan kerudung ecoprint hasil karya adik-adik difabel pada Senin (20/6/2022) di rumahnya di dukuh Kidangan Kelurahan Jepon.
Baca juga: Pesan Ganjar ke Suporter Jelang Derby Jateng Persis vs PSIS, Tragedi Persib Jangan Terulang
Baca juga: Pengendara Wajib Tahu, Ini Batas Aman Motor Bisa Terabas Banjir
Dengan sabar dan telaten Bripka Puguh mengajari anak-anak difabel untuk belajar membuat tas dan kerudung ecoprint.
Dijelaskannya, kegiatan kerajinan teknik ecoprint sudah diajarkan kepada anak-anak difabel binaanya selama 2 tahun.
"Pada tahun pertama dulu sudah pernah launching kerajinan batik ecoprint anak difabel Insan Mandiri Blora Selatan dan selanjutnya kali ini di launching kerajinan tas dan kerudung ecoprint," ucapnya pada tribunmuria.com, Selasa (21/6/2022).
Bripka Puguh menerangkan alasan memilih ecoprint ini berawal dari ide kakaknya yang juga seorang guru di SMP Kunduran bahwa metode ecoprint cocok untuk anak anak difabel.
"Berawal dari ide dan diskusi ringan dengan kakak dan pengasuh yayasan, akhirnya kita pilih ecoprint. Kita kembangkan untuk kegiatan ketrampilan anak anak," terangnya.
"Harapannya setelah anak anak lulus sekolah dia bisa membuat karya yang bisa dijual untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup," tambahnya.
Disampaikannya, dirinya sudah 6 tahun mendampingi anak anak difabel Yayasan Insan Mandiri Blora Selatan dan selama itu banyak pengalaman yang didapatkan salah satunya adalah kendala komunikasi dengan mereka.
"Karena setiap anak menyandang disabilitas masing masing ada yang tuna rungu, tuna netra dan tuna grahita jadi dibutuhkan kesabaran dalam momong mereka," ujarnya.
Puguh berharap di kawasan Blora selatan segera dibangun sekolah luar biasa karena di kawasan kecamatan Randublatung dan sekitarnya belum ada sekolah tersebut.
"Sementara kami masih pinjam pakai SDN 5 Wulung yang kosong, harapannya semoga segera dibangun sekolah SLB bagi anak anak," ungkapnya.
Adapun untuk pemasaran kerajinan tas dan kerudung ecoprint nanti dibeli oleh para donatur.