Berita Kriminal

Pemilik SPBU Pasang Remote Control untuk Curangi Takaran, Keuntungan Dalam Sehari Diungkap Polisi

Seorang manajer dan pemilik SPBU di Serang, Banten memasangi alat pengisian BBM dengan remote control.

Editor: rival al manaf
Kompas.com
Polisi menunjukan remote control yang digunakan SPBU untuk mencurangi takaran BBM. 

TRIBUNJATENG.COM, SERANG - Seorang manajer dan pemilik SPBU di Serang, Banten memasangi alat pengisian BBM dengan remote control.

Alat itu digunakan untuj mencurangi takarab BBM sehingga jumlah yang terlihat tidak sesuai dengan kenyataannya.

Keduanya telah ditetapkan jadi tersangka oleh polisi.

Diketahui keduanya merupakan pengelola SPBU di Jalan Raya Serang-Jakarta KM 70, Lingkungan Gorda, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten.

Baca juga: Sebelas Pasangan Digerebek Satpol PP Demak saat Razia Kos-kosan dan Hotel, Barang Ini Ditemukan

Baca juga: Ajakan Berhubungan Selalu Ditolak Pemilik Warung Kopi di Sendang Senjoyo, Anjar Bunuh Sumiyati

Baca juga: Sosok Gleycy Correia Kekasih Kiper Arema FC Adilson Maringa, Mantan Miss Brasil dan Pengusaha

Modus yang dilakukan kedua tersangka, BP (68) dan FT (61), itu sudah dilakukan sejak 2016 hingga Juni 2022.

Total keuntungan yang diraup kedua tersangka lebih kurang Rp 7 miliar rupiah.

"Dari hasil keterangan dan pengakuan tersangkan takaran kurang 0,5 sampai 1 liter per 20 liter dengan keuntungan Rp 4 juta sampai Rp 6 juta per hari," ungkap Kepala Subdit 1 Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Kompol Condro Sasongko.

Condro menjelaskan, pengelola memodifikasi dispenser pengisian BBM dengan memasang komponen elektrik.

Komponen itu dirangkai dengan saklar otomatis yang dapat mengubah takaran tanpa sepengetahuan konsumen.

"Sehingga literasi dalam tulisan yang masyarakat bayarkan berbeda dengan ukuran takaran timbangan menurut ukuran sebenarnya, isi bersih, berat bersih," ujar Condro.

Mempertimbangkan usia, kedua tersangka tidak ditahan.

Namun polisi tetap menjerat kedua tersangka dengan Pasal 8 ayat 1 huruf c jo Pasal 62 ayat 1 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 27, Pasal 30 jo Pasal 32 ayat 1 dan 2 UU Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal Jo Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 56 KUHP.

Baca juga: Jose Mourinho Incar Pemain Valencia Gantikan Mkhitaryan yang Tinggalkan AS Roma demi Inter Milan

Baca juga: Pernyataan Mantan Menteri Perdagangan M Lutfi Setelah Dicecar 15 Pertanyaan Soal Mafia Minyak Goreng

Baca juga: Video Maling Berpenampilan Santri Semarang Gagal Curi Motor, Tuntun PCX 2 KM Ternyata Pakai Keyless

"Sementara untuk kedua tersangka tidak ditahan karena faktor usia dan kesehatan. Keduanya sebagai manajer dan owner," tandasnya.

Selain itu, polisi telah mengamankan barang bukti berupa dua unit remote control, empat alat relay, dokumen-dokumen laporan, empat unit ponsel, satu atm dan buku tabungan.

Kasus itu terungkap setelah polisi menerima laporan dan keluhan dari warga. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved