Baznas Kendal Target Pendapatan Zakat 2022 Rp 13M, 104 UPZ Dimaksimalkan

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal menargetkan pendapatan zakat pada 2022 Rp 13 miliar.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Bupati Kendal Dico M Ganinduto menyalami pengelola UPZ pasca dilantik di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Jumat (24/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal menargetkan pendapatan zakat pada 2022 Rp 13 miliar, naik Rp 4 miliar dari target 2021 Rp 9 miliar. Untuk merealisasikan itu, Baznas bakal mengoptimalkan peran serta 104 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di desa dan kelurahan.


Ketua Baznas Kendal, Samsul Huda mengatakan, sejauh ini baru terbentuk 104 UPZ dari proyeksi 286 desa/kelurahan yang ada.


Kata dia, hanya Kecamatan Kota Kendal, Boja, Ngampel, Kaliwungu, Kangkung, Rowosari, dan Pageruyung yang sudah terbentuk UPZ tingkat desa. Sisanya dalam proses pembentukan guna melengkapi daftar UPZ di Kabupaten Kendal


"Untuk desa-desa di kecamatan lainnya sedang proses pembentukan UPZ," terangnya di Kendal, Jumat (24/6/2022).


Nantinya, target muzakki dari UPZ desa adalah jajaran perangkat desa, dengan mekanisme pemotongan gaji penghasilan tetap.


Kepala Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung, Dasuki mengatakan, di wilayahnya sudah terbentuk UPZ sejak setahun lebih.


UPZ Desa Jungsemi bergerak dengan menarik zakat dan infak jajaran perangkat desa, pedagang kaki lima di kawasan Pantai Indah Kemangi, dan masyarakat umum. 


"Sudah setahun lebih menjadi UPZ Baznas Kendal, dan berjalan lancar. Selain dari perangkat desa, penarikan zakat juga dari pedagang kaki lima di lokasi wisata secara sukarela," ujarnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved