DBHCHT untuk Layanan Puskesmas

Dapat Alokasi DBHCHT, Puskesmas Ngembal Kulon Belanja Dua Unit Tensimeter Digital 

Sejumlah Puskesmas di Kudus peroleh alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Sejumlah masyarakat tengah melakukan pemeriksaan tensimeter digital di Puskesmas Ngembal Kulon, Kabupaten Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Kudus memperoleh alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2022.

Puskesmas tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan bagi masyarakat.

Terlebih, puskesmas merupak

Sejumlah masyarakat tengah melakukan pemeriksaan tensimeter digital di Puskesmas Ngembal Kulon, Kabupaten Kudus.
Sejumlah masyarakat tengah melakukan pemeriksaan tensimeter digital di Puskesmas Ngembal Kulon, Kabupaten Kudus. (Tribun Jateng/Raka F Pujangga)

an tempat layanan kesehatan terdekat yang bisa dijangkau warga.

Satu di antaranya Puskesmas Ngembal Kulon yang memperoleh alokasi DBHCHT 2022 sebesar Rp 269,3 juta.

Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Efendi menyampaikan, alokasi DBHCHT 2022 sebagian besar dipakai untuk belanja obat dan bahan kimia.

Total anggarannya‎ untuk pos kegiatan tersebut mencapai Rp 203 juta yang meliputi belanja obat, bahan kimia, alat tulis kantor dan kebutuhan cetak.

"Sebagian besar memang alokasi anggarannya untuk belanja modal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,"ujar dia, Jumat (24/6/2022).

Kunjungan pasien per hari pada kisaran 70 orang sampai 100 orang per hari. Sehingga rata-ratanya pasien yang datang 80 orang.

Jumlah itu, kata dia, mengalami kenaikan dibandingkan pada saat pandemi hanya 50 orang per hari.

"Sejak 2021 akhir, jumlah kunjungan pasien mengalami peningkatan. Dari 50 orang per hari menjadi 80 orang rata-rata per hari," jelas Kamal.

Selain untuk belanja modal, pihaknya juga menganggarkan untuk pemeliharaan gedung sebesar Rp 31 juta.

Pemeliharaan gedung itu akan difokuskan ke plafon teras depan bangunan yang sudah mulai lapuk.

Sehingga pihaknya khawatir akan membahayakan pengunjung yang hendak masuk ke puskesmas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved