Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

A‎rief Goenadibrata, Sosok Jenius Dibalik Strategi Bisnis Nojorono

rief Goenadibrata termasuk sosok pemimpin senior yang berada di balik suksesnya Nojorono Tobacco International yang berada di Kabupaten Kudus

Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Raka F Pujangga
?Managing Director Nojorono Tobacco International, Arief Goenadibrata bersama Pimpinan Redaksi Tribun Jateng, Erwin Ardian saat berkunjung ke kantor Nojorono, di Kabupaten Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Arief Goenadibrata termasuk sosok pemimpin senior yang berada di balik suksesnya Nojorono Tobacco International yang berada di Kabupaten Kudus.

Pria yang menjabat sebagai Managing Director tersebut bahkan menciptakan strategi efisiensi yang jitu agar perusahaan yang tahun ini genap berusia 90 tahun dapat terus berkembang.

Terlebih perusahaan yang memiliki sedikitnya 12 ribu karyawan itu harus melesat lebih jauh setelah melewati badai pandemi selama dua tahun.

Berikut cerita singkat bersama Tribun Jateng, saat ditemui di kantornya :

1. Sebenarnya apa itu Nojorono?

Nojorono itu sebuah perusahaan yang sudah berkiprah selama 90 tahun, tahun 1932 tepatnya.

Dulunya didirikan dari sebuah keluarga di Pati kemudian mendirikan pabrik di Kudus. Kemudian berkembang-berkembang sampai memasuki generasi kelima dari pemilik.

Sekarang Nojorono sudah menjadi grup perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia.

Sudah cukup besar dengan jangkauan sampai 60 cabang di seluruh Indonesia, dengan total karyawan 12.000 orang jadi banyak sekali itu.

2. Kenapa namanya Nojorono (dibaca : N‎oyorono) masih pakai ejaan lama begitu?

Sebenarnya kalau dibaca sebuah kata Nojorono tidak ada. Tapi sebenarnya nama itu mengandung arti dari bahasa Jawa jadi empat penggalan yakni No, Jo, Ro, No.

No yang pertama dari padanan kata 'Ono' artinya ada. Berarti dari yang tidak ada menjadi ada. Bisa soal penciptaan atau cipta.

Kemudian 'Yo' itu berasal dari padanan kata karyo atau karya‎.

Ketiga 'Ro' berasal dari kata roso‎ yang berarti rasa atau jiwa.

Keempat 'No' lagi, tapi bukan seperti padanan kata yang pertama tetapi berasal dari kata noer (nur) atau cahaya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved