Berita Semarang
Hendi Jamin Wabah PMK Semarang Tak Ganggu Stok Hewan Kurban
Hendi menilai, Kota Semarang masih punya stok banyak. Jumlah sapi saja di Kota Semarang ada 18 ribuan.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang mencatat ada 696 ekor hewan terdiri sapi dan kambing terjangkit virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Ratusan hewan yang terjangkit PMK tersebut dipastikan tak akan menganggu stok hewan kurban di Kota Semarang.
"Insya Allah aman, wabah PMK tidak menganggu proses perayaan hari raya Idul Adha di Kota Semarang,"
tegas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi kepada Tribunjateng.com.
Ia menilai, Kota Semarang masih punya stok banyak.
Jumlah sapi saja di Kota Semarang ada 18 ribuan.
"Data kebutuhan sapi selama Idul Adha dari tahun ke tahun juga selalu tercukupi dengan stok yang ada," imbuhnya.
Melihat kondisi tersebut, Pemkot Kota Semarang mulai melakukan pelaksanaan vaksinasi PMK bagi hewan ternak.
Kegiatan itu dimulai dari sapi yang berada di kandang UPTD Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) di Limbangan, Mijen.
Menurut Hendi, pemberian vaksin perlu diberikan secara masif dan progresif sebab harus berlomba-lomba dengan penyebaran virus.
"Stok vaksin 100 secepatnya segera dihabiskan, bekerja dengan taktis dan progresif perlu dilakukan karena melawan virus perlu dilawan dengan kecepatan," terangnya dalam memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Ia menyebut, pemberian vaskin PMK yang penting segera dilakukan.
Memang ada jenis prioritas seperti sapi perah, usia produktif, life time panjang dan lainnya.
Namun ia meminta vaksin PMK segera diberikan agar vaksin tak expired.
"Yang siap dulu yang dilakukan vaksin baru sisanya sambil jalan," terangnya.
Ia mengatakan, peternak juga wajib menjaga kebersihan kandang dan ternaknya.
Kalau perlu setiap melakukan aktivitas di kandang harus memakai APH.
"Dispertan Semarang kalau perlu melakukan pengadaan APH, tinggal otak-atik anggaran yang sudah ada," katanya.
Ia menambahkan, memberi vaksin kepada sapi tampaknya lebih mudah daripada manusia.
Kenyataannya ternyata terdapat tantangan tersendiri.
Dokter hewan harus mengatasi kemarahan sapi saat pemberian vaskin PMK di leher sapi.
"Saya rasa tidak gampang lho beri vaksin ke sapi, ini tantangan temen-teman Dinas Pertanian dan Peternakan supaya mampu memberikan vaskin PMK secara baik dan masif," tandasnya. (Iwn)