Berita Kendal

Bupati Kendal Dico Siapkan Sarpras RSUD dr Soewondo Tangani Korban Penyalahgunaan Narkotika

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal, Anna Setiyawati mengungkapkan, angka penyalahgunaan narkotika

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Penandatanganan kerjasama antara BNNK Kendal dengan TP PKK dalam rangka memberantas penyalahgunaan narkotika, Senin (27/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal, Anna Setiyawati mengungkapkan, angka penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Kendal mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2020 lalu, pihaknya mencatat 26 orang pecandu narkotika direhabilitasi, 18 di antaranya berstatus pelajar.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan menjadi 30 orang yang dilakukan rehabilitasi pada 2021. Empat orang di antaranya berstatus pelajar.

Anna menyebut, sepanjang Januari hingga Juni 2022, pihaknya sudah melakukan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika sebanyak delapan orang. Jumlah ini diprediksi akan meningkat di sisa waktu yang ada jika tidak dilakukan penanganan serius. Apalagi, BNNK Kendal hanya memiliki satu pelayanan kesehatan rujukan sebagai tempat rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama Bina Waras BNN Kabupaten Kendal.

Anna berharap, Pemerintah Kendal bisa menyiapkan tempat rujukan rehabilitasi rawat inap di RSUD dr Soewondo untuk memaksimalkan pelayanan pecandu narkotika. 

"RSUD Kendal sebetulnya sudah pernah menjadi tempat IPWL. Karena sudah lama vakum sejak 2015, diharapkan bisa memberikan pelayanan kembali menjadi rujukan. Dokternya sudah ada, namun perlu penguatan sumber daya lainnya," terangnya usai memperingati Hari Anti Narkotika Internasional, Senin (27/6/2022) di Pendopo Tumenggung Bahurekso.

Anna menegaskan, tempat rehabilitasi rawat inap perlu segera didirikan untuk menunjang penanganan pecandu narkotika. Upaya lain juga sudah dilakukan BNNK Kendal untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba.

Misalnya, sosialisasi dan penyuluhan, pencetusan 9 desa/kelurahan bersih narkoba, pencetusan 120 pondok pesantren bersih narkoba, pembentukan satgas anti narkotika sebanyak 160 orang, dan pembentukan dua unit rehabilitasi berbasis masyarakat dengan sebutan IBM (Intervensi Berbasis Masyarakat) di Krajan Kulon Kaliwungu dan Sambongsari Weleri.

"Kalau angka penyalahgunaan narkotika di Kendal dari tahun ke tahun naik berkisar 20 persen. Untuk 2022 hingga pertengahan tahun, angkanya fluktuatif, dimungkinkan bisa terus meningkat," ujarnya. 

Di samping itu, Anna mewanti-wanti kepada masyarakat tentang bahayanya peredaran narkotika jenis baru. Seperti, tembakau gorila yang marak dikonsumsi oleh kalangan remaja.

Dia menyebut, BNNK Kendal sudah pernah mengamankan satu tersangka penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis tembakau gorila seberat 11,92 gram pada 2021 lalu.

Sehingga perlu diwaspadai oleh orangtua dan semua pihak agar kaum remaja tidak terjerumus dalam penyelahgunaan narkoba. 

"Hari ini kami menggandeng TP PKK Kendal untuk menguatkan ketahanan keluarga.

Nanti BNN akan dibantu PKK tingkat kecamatan dan desa untuk bisa menjangkau masyarakat ke tingkat desa," ujarnya.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menegaskan, penanganan terhadap penyalahgunaan narkotika di Kendal sudah sesuai arahan dari pemerintah pusat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved