Otomotif

STNK Bisa Diblokir jika Pelanggar Tak Bayar Denda Tilang Elektronik

Namun bagaimana jika kendaraan yang ditilang secara ETLE tidak diurus atau diabaikan?

Tribunnews.com
Ilustrasi daerah dengan kebijakan Tilang Elektronik, ETLE. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian tengah menggencarkan penindakkan sanksi hukum berupa tilang elektronik alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) kepada setiap pengendara yang melanggar lalu lintas.

Menurut catatan Korlantas Polri, sepanjang tahun lalu telah diperoleh 1.771.242 kasus tilang yang terekam dengan teknologi tersebut.

Angka tersebut jauh lebih besar dari 2020 yang hanya mencapai 120.733 tilang.

Baca juga: Viral Pengendara Motor Kena Tilang Elektronik di Area Persawahan Sukoharjo karena Tak Pakai Helm

Sementara pada data terbaru, selama sembilan hari Operasi Patuh 2022, tercatat 5.248 pelanggar yang ditindak dengan ETLE.

Data ini didapatkan dari 34 Polda jajaran di Indonesia mulai 13 Juni 2022. 

Namun bagaimana jika kendaraan yang ditilang secara ETLE tidak diurus atau diabaikan?

Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam mengatakan, pihaknya bakal melakukan sanksi berupa pemblokiran STNK.

Saat membayar pajak, maka pajaknya akan ditambah dengan denda dari pelanggaran.

Namun sebelumnya diimbau untuk pemilik kendaraan untuk mengonfirmasi apabila kendaraan terkait bukan lagi miliknya.

Berdasarkan situs resmi Indonesia.go.id, kamera CCTV ETLE akan merekam setiap pelanggaran lalu lintas seperti di bawah ini dan nominal denda tilang elektronik: 

- Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan denda tilang elektronik Rp 500.000 atau pidana kurungan 2 bulan.

- Tidak mengenakan sabuk keselamatan denda tilang elektronik sebesar Rp 250.000 atau kurungan penjara 2 bulan.

- Mengemudi sambil mengoperasikan smartphone didenda Rp 750.000 atau kurungan penjara 3 bulan.

- Melanggar batas kecepatan denda e-tilang Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan.

- Menggunakan pelat nomor palsu denda tilang elektronik Rp 500.000 atau pidana kurungan 2 bulan.

- Berkendara melawan arus didenda Rp 500.000 atau kurangan paling lama 2 bulan.

- Menerobos lampu merah, denda e-tilang Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan.

- Tidak menggunakan helm atau helm yang digunakan tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) denda tilang elektronik Rp 250.000 atau penjara maksimal 1 bulan.

- Berboncengan lebih dari 3 orang denda e-tilang Rp 250.000 atau kurungan 1 bulan.

- Tidak menyalakan lampu saat siang hari bagi sepeda motor didenda Rp 100.000 atau dipenjara 15 hari.

Denda tilang elektronik dapat dibayarkan dengan Bank BRI Virtual Account (BRIVA) yang ditujukan kepada rekening ELTE masing-masing Polda. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingat, Tidak Membayar Denda Tilang Elektronik STNK Bisa Diblokir"

Baca juga: Operasi Patuh Candi 2022, Polda Jateng Kedepankan Penindakan Melalui ETLE

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved