PMK

Angka PMK di Kendal Naik 19 Kasus dalam Sepekan

Kasus maraknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Kendal terus mengalami tren peningkatan.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
ILUSTRASI: Vaksin PMK sapi 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kasus maraknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Kendal terus mengalami tren peningkatan. Dalam sepekan terakhir, jumlah hewan yang terpapar PMK bertambah 19 ekor. Total sudah ada 792 ekor hewan yang dinyatakan positif PMK. Sebanyak 477 ternak di antaranya masih aktif, 297 ekor sembuh, empat ekor mati, dan 14 ekor dipotong.


Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Puji Yuwono mengatakan, hewan yang saat ini masih terpapar PMK, semuanya jenis sapi


Pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin untuk menurunkan kasus PMK di Kabupaten Kendal, salah satunya dengan memberikan vaksin bagi semua populasi hewan.


"Kami sudah lakukan vaksinasi di 4 lokasi, di Desa Karanganyar dan Desa Blumah Kecamatan Plantungan, Desa Ngadiwarno Kecamatan Sukorejo, dan Desa Gondoarum Kecamatan Pageruyung. Dengan harapan nantinya kasus PMK di Kabupaten Kendal bisa ditekan," terangnya, Minggu (3/7/2022).


Dia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi tahap satu dan dua Pemkab Kendal menargetkan 700 dosis vaksin tersuntikkan.


Pelaksanaannya melibatkan empat tim vaksinasi, setiap timnya memiliki 5 personel sebagai petugas screanning, vaksinator dan pencatatan.


Pihaknya juga sudah mengikuti rapat koordinasi melalui seksi Keswan dan Kesmavet, UPTD, Puskeswan dan RPH, petugas Puskeswan, petugas pasar hewan, petugas RPH.


"Sosialisasi PMK kepada pedagang ternak di pasar hewan dan pedagang, pengepul terus dilakukan," ujarnya.


Selain itu, kata dia, pemerintah sudah memastikan dan menutup akses keluar masuk hewan ternak satu pekan ini.
Tidak ada aktivitas jual beli hewan khususnya sapi yang sudah terpapar PMK. Serta menutup pasar hewan sementara di wilayah Kabupaten Kendal sampai waktu yang belum ditentukan.


"Kami juga terus melakukan tracking dan surveillans penyakit di kelompok ternak dan peternak mandiri, memperketat pemeriksaan antemortem dan postmortem di RPH, serta melakukan vaksin pada hewan di wilayah Kabupaten Kendal. Agar upaya-upaya yang sudah dilakukan dapat menekan angka sebaran kasus PKM di Kabupaten Kendal," ujar dia.  (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved