Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ekonomi

IHSG Anjlok Cukup Dalam Sepekan Lalu, Kini Ada Peluang Rebound

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot cukup dalam selama sepekan lalu. Mengutip data RTI Business, IHSG tertekan 3,53 persen pada minggu lalu.

Tayang:
Editor: m nur huda
KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNG
Seorang karyawan melihat pergerakan harga saham pada layar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu - IHSG anjlok cukup dalam sepekan lalu, kini ada peluang Rebound 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot cukup dalam selama sepekan lalu. Mengutip data RTI Business, IHSG tertekan 3,53 persen pada minggu lalu.

Asal tahu saja, selama 5 hari perdagangan, IHSG ditutup di zona merah secara berturut-turut. Pada Jumat (1/7), IHSG ditutup di level 6.794,328, melorot cukup dalam dibandingkan penutupan perdagangan pada Jumat (24/6) minggu sebelumnya yang berada di level 7.042,937.

Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mencermati, pelemahan IHSG pekan lalu diperberat oleh tren inflasi yang menanjak di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Kondisi itu mendorong bank sentral masing-masing negara mengerek suku bunganya.

Selain itu, kekhawatiran datangnya resesi juga mulai berdampak terhadap IHSG. Hal itu tercermin dari tekanan jual yang dibarengi net sell asing dengan rata-rata mencapai Rp 1 triliun per harinya.

"Pelemahan nilai tukar rupiah juga memperkuat dugaan dana asing pulang kampung untuk mengurangi eksposur pada aset berisiko," katanya, kepada Kontan, akhir pekan lalu.

Adapun pada Kamis dan Jumat pekan lalu, tekanan jual asing sebenarnya terlihat mereda. Sementara, indeks di kawasan Eropa mengalami rebound. Katalis-katalis ini memungkinkan IHSG pada hari ini, Senin (3/7), bakal mengikuti jejak pasar Eropa yang mengalami penguatan.

"Namun, perlu diantisipasi kemungkinan rebound ini bersifat minor, sehingga hanya untuk melakukan trading atau mengurangi beberapa posisi jangka panjang," ucap Ivan.

Untuk pekan ini, Ivan menyarankan investor mencermati saham-saham pertambangan seperti TINS dan ANTM yang berpotensi mengalami technical rebound. Selain itu, DMMX yang telah membentuk struktur awal pembalikan arah tren juga bisa diawasi.

Wait and see

Sementara, Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyarankan investor mengambil sikap wait and see sambil mencermati data-data yang dirilis pekan ini.

Saran itu mempertimbangkan IHSG yang berpeluang melanjutkan pelemahan.

"IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan, namun diperkirakan tidak sebesar minggu lalu yang melemah hingga lebih dari 3 persen," ungkapnya.

IHSG diproyeksi bergerak di kisaran 6.730 hingga 6.850 pada pekan ini. Sentimen dari global seperti pidato beberapa anggota FOMC, rilis hasil rapat FOMC, rilis data PMI non-manufaktur AS, serta data laju pengangguran AS di bulan Juni berpotensi menjadi sentimen yang mendominasi pergerakan.

"Diperkirakan investor akan mencermati data tersebut untuk petunjuk lebih lanjut terkait normalisasi kebijakan moneter The Fed," jelasnya.

Adapun untuk pelemahan IHSG sepekan lalu, Cheril mencermati, pertemuan bank sentral AS dan Eropa yang menjadi pemberatnya. Kedua bank sentral itu tengah fokus pada pada inflasi dan ancaman resesi, di mana berbagai data indikator menunjukkan kemungkinan resesi global semakin nyata.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved