Berita Jateng

Total PPh dari Program PPS Yang Dikumpulkan Kanwil DJP Jateng I Capai Rp 1,83 Triliun 

Data dari Kanwil DJP Jateng I, per 30 Juni 2022, wajib pajak yang mengikuti PPS tercatat sebanyak 12.255

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
Dok Kanwil DJP Jateng I
Masyarakat tengah dilayani oleh petugas pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Semarang Barat, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Total Pajak Penghasilan (PPh) yang dikumpulkan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng I, dalam Program Pengungkapan Sukarela (PPS) mencapai Rp 1,83 triliun.

Data dari Kanwil DJP Jateng I, per 30 Juni 2022, wajib pajak yang mengikuti PPS tercatat sebanyak 12.255.

Dari total tersebut 3.701 wajib pajak dari surat keterangan dari kebijakan I, dan 11.297 surat keterangan dari kebijakan II. 

Dikatakan Kepala Kanwil DJP Jateng I Teguh Budiharto, satu wajib pajak dapat mengikuti dua kebijakan sekaligus dan dapat mengikuti PPS lebih dari satu kali.

"Sementara rekapitulasi data PPS di Kanwil DJP Jateng I, nilai harta bersih yang diungkapkan sebesar Rp18,82 triliun," ucapnya, Rabu (6/7/2022).

Diterangkannya, jumlah PPh yang disetorkan sebesar Rp1,83 triliun yang terdiri dari Rp1,09 triliun dari kebijakan I dan Rp 733 miliar dari kebijakan II.

"Untuk nilai harta bersih dari deklarasi dalam negeri sebesar Rp17,52 triliun dan nilai harta bersih repatriasi mencapai Rp 384,32 miliar," tuturnya.

Sementara, untuk nilai harta bersih dengan komitmen investasi, dijelaskan Teguh mencapai Rp 295,83 miliar, dan nilai harta bersih dari deklarasi luar negeri Rp 616,11 miliar.

Ia juga menerangkan mengenai statistik berdasarkan nilai harta bersih, di mana lima besar jenis harta adalah uang tunai sebesar Rp 9,97 triliun, harta setara kas lainnya sebesar Rp2,34 triliun, tabungan sebesar Rp1,3 triliun, deposito sebesar Rp 720,69 miliar dan investasi lainnya sebesar Rp719,22 miliar

"Untuk lima besar jenis usaha adalah pengusaha dan pegawai swasta sebesar Rp 8,71 triliun, real estate sebesar Rp1,64 triliun, jasa perorangan lainnya sebesar Rp 500,51 miliar, penerbitan piranti lunak sebesar Rp 475,84 miliar, dan perdagangan besar sebesar Rp 449,28 miliar," ucap Teguh.

Ditambahkannya Kanwil DJP Jateng I  mengapresiasi wajib pajak yang telah mendukung dan mengikuti PPS.

"Kami berharap berakhirnya PPS menjadi awal yang baik bagi Indonesia menuju ketertiban administrasi pajak untuk masa mendatang," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved