Kota Pekalongan
Ini Daftar 3 SMA/SMK Swasta Favorit di Kota Pekalongan
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang pendidikan SMA/SMK negeri di Jawa Tengah tahun ajaran 2022/2023 sudah selesai.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Catur waskito Edy
"Lulusan sebagian besar kuliah, tapi ada juga yang bekerja atau melanjutkan mondok," ungkapnya.
Ulfa menjelaskan, SMA Al- Irsyad Pekalongan juga memberikan beasiswa bagi calon peserta didik yang memiliki prestasi.
Calon peserta didik yang hafal tiga juz Al Qur'an, maka dibebaskan uang gedung dan biaya SPP selama 6 bulan.
Lalu ada juga beasiswa untuk prestasi lomba berdasarkan tingkatan, baik tingkat provinsi maupun kota.
"Untuk mendukung pembelajaran, kami juga punya terobosan baru. Jadi siswa putra dan putri saat ini kelasnya di pisah," ujarnya.
Ulfa mengatakan, berbagai prestasi akademik juga diraih oleh peserta didiknya.
Terbaru peserta didiknya berhasil lolos ke semi final dalam ajang Ruang Guru Champion 2021.
Lalu mendapatkan juara tiga kompetisi sains nasional tingkat Kota Pekalongan.
"Kalau untuk fasilitas sama seperti di sekolah pada umumnya, ada laboratorium IPA, laboratorium komputer, mushola, kantin, dan UKS," jelasnya.
3. SMA Santo Bernardus
Terakhir adalah SMA Santo Bernardus Pekalongan.
Sekolah ini beralamat di Jalan Patriot No 14, Kelurahan Padukuhankraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.
SMA Santo Bernardus berdiri sejak 1 Agustus 1960.
Humas SMA Santo Bernardus Pekalongan, Gilar Wullida mengatakan, keunggulan dari SMA Santo Bernardus salah satunya lebih mengedepankan karakter peserta didik.
Ia menambahkan, ada lima program khusus yang diberikan untuk menunjang karakter siswa.
Pertama, materi spiritualitas Santo Bernardus diberikan kepada kelas X yang bertujuan untuk mendalami nilai-nilai Bernardus.
Kedua, program home stay. Program ini menerjunkan siswa ke masyarakat untuk berbaur, mengenal nilai kemasyarakatan secara langsung, dan diharapkan mereka bisa hidup bermasyarakat dengan baik.
Ketiga, sharing profesi bersama alumni SMA Santo Bernardus.
"Tujuan sharing profesi ini untuk mengetahui sekaligus mendalami minat bakat siswa kedepannya tentang profesi yang akan diambil di jenjeng berikutnya," katanya.
Keempat, lanjut Gilar, adalah program live in.
Kegiatan tersebut merupakan pengembangan diri yang dirancang untuk memungkinkan individu berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda dalam kehidupan nyata.
Selain itu, tujuannya untuk meningkatkan kepekaan sosial, meningkatkan hardiness, membentuk karakter positif, ataupun sarana pendidikan multikulturalisme.
"Kelima, kegiatan retret. Tujuan utama kegiatan ini adalah latihan rohani.
Disamping itu, retret menjadi media kesegaran rohani, terbuka dan tanggap kasih Allah, dan perubahan hidup yang lebih baik lagi.
Dalam hal ini supaya siswa siap mental dalam menghadapi ujian dan sebagainya," jelasnya.
Gilar menjelaskan, lulusan dari SMA Santo Bernardus kebanyakan melanjutkan di perguruan tinggi di Jawa Tengah.
Ada yang masuk di Universitas Diponegoro (Undip) dan banyak juga yang melanjutkan di Universitas Katolik Soegijpranata (Unika) Semarang.
"Untuk total siswa di tahun pelajaran 2022/2023 sebanyak 170 siswa. Satu angkatan terdiri dari 50 - 60 siswa," ujarnya.
Selain itu, berbagai prestasi atau perlombaan juga diraih oleh peserta didik SMA Santo Bernardus.
Seperti tim basket sering mendapatkan juara begitu juga dalam bidang akademik.
Terakhir bidang akademik mendapatkan juara 3 lomba ekonomi akuntansi Universitas Pekalongan (Unikal) tingkat Jawa Tengah.
"Fasilitas-fasilitas sekolah juga lengkap, ada LCD dan Ac di tiap kelas, peralatan olahraga, ekstrakulikuler, perpustakaan, dan lab komputer, lab biologi " ucapnya. (fba)
Baca juga: Rumah Haji Ahmad Pensiunan Pegawai Kemenag Semarang Terbakar: Kami Kembalikan ke Allah, Sudah Ikhlas
Baca juga: Kehadiran Ratusan Mahasiswa UNY Selama 6 Bulan Diharapkan Jadi Solusi Persoalan Blora
Baca juga: 3 Menteri dan Gubernur Ganjar Dijadwalkan Ramaikan KTNA The Exporience 2022 Sragen, Catat Tanggalnya
Baca juga: CSR Perusahaan Otobus Sinar Jaya, Adakan Khitan 100 Anak di Margasari Kabupaten Tegal