Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Dinas Pertanian dan Pangan Kab Kendal Cek Kesehatan Hewan Kurban Sebelum Dikirim ke Pembeli

DPP Kabupaten Kendal mulai terjun mengecek kesehatan hewan ternak jelang Idul Adha.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Saiful Ma'sum
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kendal mengecek kesehatan hewan korban jelang Iduladha, Kamis (7/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal mulai terjun mengecek kesehatan hewan ternak jelang Hari Raya Iduladha 2022.

Pengecekan dilakukan di ka

Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kendal mengecek kesehatan hewan korban jelang Iduladha, Kamis (7/7/2022).
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kendal mengecek kesehatan hewan korban jelang Iduladha, Kamis (7/7/2022). (Tribun Jateng/Saiful Ma'sum)

ndang-kandang ternak sebelum dilepas ke pembeli untuk disembelih.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, pengecekan dilakukan di pengepul, pedagang, dan peternak hewan kurban.

Utamanya bagi hewan ternak yang akan dikirim ke tempat pemotongan hewan di luar kota/kabupaten.

Selain itu, kata Pandu, pengecekan hewan dimaksudkan untuk memastikan betul kondisi kesehatan ternak sebelum diterbitkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) sebagai syarat perjalanan hewan kurban. Mengingat kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) saat ini masih merebak di berbagai daerah.

"Alhamdulillah kami sudah cek banyak hewan yang sehat, kemudian kami terbitkan SKKH untuk syarat perjalanan hewan ternak setelah ada persetujuan wilayah penerima," terangnya.

Dia menegaskan, sudah menyiapkan 36 petugas untuk monitoring proses pemotongan hewan kurban. Terdiri dari 9 dokter hewan, 12 tenaga paramedis, serta sejumlah tenaga non medis dan non paramedis.

Pandu menyebut, pihaknya mendata ada 1.800-an titik penyembelihan berdasarkan data 2021. Petugas yang ada akan dioptimalkan semaksimal mungkin melakukan monitoring mulai H+2 Iduladha. 

"Pada hari H, kami juga akan periksa dan pantau pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Kami imbau kepada peternak, pedagang dan pengepul selalu melaporkan progres kesehatan ternak. Harus ada kerjasama dari berbagai pihak," tutur dia.

Seorang pedagang hewan di Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Anang Suharmadi menjelaskan, dari 27 sapi yang disediakan sudah terjual 25 ekor. Penjualan dilakukan dengan cara online, pembeli tanpa datang langsung ke kandang ternak.

Kata dia, foto sapi dan taksiran berat badan dikirimkan ke calon pembeli untuk mencegah potensi penularan PMK. Dia juga tidak melayani pembelian langsung di dalam kandang sejak PMK merebak di Kabupaten Kendal. 

"Saya perhatikan betul kebersihannya dua kali sehari, vitamin, obat cacing, suplemen, hingga pakanan. Kami juga siapkan armada khusus pribadi untuk mengangkut sapi-sapi ke tempat penyembelihan," ujarnya.

Sapi kurban milik Anang dijual dengan harga Rp 25 juta- Rp 60 juta. Satu di antaranya dibeli Bupati Kendal Dico M Ganinduto dengan berat hampir 1 ton.

Pihaknya juga menggandeng dokter hewan dari dinas untuk mengecek kesehatan sapi setiap hari.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved