Berita Video
Aston Inn Pandanaran Semarang Kurbankan Seekor Sapi Limosin
Ibnoe Ichwan Chambali mengatakan, pemotongan hewan kurban ini merupakan agenda rutin Aston Inn Pandanaran Semarang dalam menyambut Hari Raya Idul Adha
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, Aston Inn Pandanaran Semarang tetap melaksanakan kurban, Minggu (10/7/2022).
Pemotongan hewan kurban dilakukan di lingkungan parkir seberang hotel dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
General Manager Aston Inn Pandanaran Semarang Ibnoe Ichwan Chambali mengatakan, pemotongan hewan kurban ini merupakan agenda rutin Aston Inn Pandanaran Semarang dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.
Menurut Ibnoe, kurban yang dilakukan Aston Inn Pandanaran Semarang ini sebagai wujud syukur berdirinya hotel di kawasan itu sehingga dalam situasi apa pun Aston ingin tetap mewujudkan kepedulian dengan berbagi daging kurban.
"Kurban hari ini tidak beda dengan tahun-tahun lalu. Kami harapkan tetap istiqomah (berkurban) walaupun satu sapi. Bedanya sekarang memang kami hanya melibatkan sedikit karyawan agar semua dikerjakan oleh petugas jagal," terang Ibnoe kepada tribunjateng.com.
Pada kesempatan itu disebutkan, sapi yang dikurbankan Aston Inn Pandanaran Semarang kali ini adalah sapi jenis limosin.
Sapi yang dipotong itu terbagi menjadi sekitar 300 bungkus yang kemudian didistribusikan ke warga sekitar hotel.
"Hewan kurban kami bagikan ke mereka yang tinggal sekitar Aston. Tidak harus warga sini asli, mereka yang kontrak ataupun boro tetap dapat," sebutnya.
Okupansi Melonjak 100 Persen
Di sisi lain, Ibnoe menyatakan, kondisi hotel tahun 2022 ini telah mengalami perkembangan yang signifikan dibandingkan tahun lalu.
Di tengah situasi pandemi Covid-19 tahun lalu disebutkan pengunjung dan okupansi hotel menurun secara drastis.
Terlebih di tengah masa PPKM, menurutnya letak Aston yang berlokasi di Kota Semarang daerah bawah merasakan dampak besar.
Akses yang hanya bisa di Tugumuda saat itu membuat tamu banyak yang melakukan pembatalan pesanan.
Pada momen Idul Adha tahun lalu disebutkan penurunan okupansi terjadi hingga 90 persen. Dengan demikian okupansi pada momen yang sama tahun lalu hanya kisaran 10 persen.
"Tahun ini bagus sekali, setiap bulannya merangkak naik," ungkap Ibnoe.