Wawancara Khusus

BNNP Jateng Imbau Penyalahguna Narkoba untuk Melapor (1)

kasus narkotika biasanya seperti gunung es, hanya permukaan yang kelihatan, sedangkan akarnya lebih besar.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: rustam aji
tribun jateng
Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Purwo Cahyoko, Budi Santosa selaku Wakil Rektor I Unimus, Danie Budi Tjahyono selaku Ketua Karang Taruna Jawa Tengah, dan host foto bersama seusai acara Tribun Forum. 

TRIBUNJATENG.COM - TRIBUN FORUM dalam rangka Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) menghadirkan pembicara Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Purwo Cahyoko, Wakil Rektor I Unimus DR Budi Santosa, SKM, MSi. Med, dan Ketua Karangtaruna Jawa Tengah Danie Budi Tjahyono atau Mas Bete, yang juga Anggota DPRD Jawa Tengah.

Forum menjadi makin menarik dan terungkap hal-hal baru mengenai penyalahgunaan narkotika di Jawa Tengah. Dipandu oleh host Iswidodo News Manager Tribun Jateng, tiga narasumber antusias menyampaikan program masing-masing sesuai bidang dan sektornya, usung tema War on The Drugs, Perang Melawan Narkoba.

Video Tribun Topic tayang di media sosial Tribunjateng, dan kali ini disajikan kepada pembaca Tribunjateng.com maupun koran cetak Tribun Jateng, yang disasur oleh reporter Ahmad Mustakim dan Imah Masitoh.

Berikut petikan wawancaranya:

Pak Kepala BNNP bisa gambarkan penyalahgunaan narkotika di Jateng?

Tentunya kita-kita ini menjadi pasukan, bahkan komandan-komandan war on drugs. Angka prevalensi di Indonesia umumnya ada peningkatan tahun 2019-2021.

Di tahun 2019 angka prevalensi kita 1,8 persen atau kurang lebih 3,4 juta penduduk kita yang terpapar.
Tahun 2021 ada peningkatan menjadi 1,95 persen atu 3,6 juta penduduk kita yang terpapar.

Tahun 2019-2021 ada masa pandemi, dimana justru tidak ada penurunan namun ada angka peningkatan.

Sedangkan angka prevalensi di Jateng berdasarkan urutan ranking menempati urutan ke 7 itu kurang lebih, 1,3 persen atau 196.000 penduduk kita.

Tahun 2021 ada peningkatan menjadi 1,31 persen kurang lebih 197.000 penduduk terkena narkotika. Ada peningkatan, ini menurut data yang kita ungkap.

Padahal kasus narkotika biasanya seperti gunung es, hanya permukaan yang kelihatan, sedangkan akarnya lebih besar.

Pengguna rata-rata usia berapa Pak?

Mereka usia antara 15 – 60 tahun. Semua usia. Prosentase yang paling banyak ya generasi muda. Padahal kita tahun-tahun ini sampai tahun 2030/2035 menyiapkan generasi emas, manfaatkan bonus demografi. Bukan bencana demografi.

Kalau bonus demografi artinya jumlah penduduk yang produktif kan sangat besar. Kalau kena narkotika saat ini makin banyak, tidak menjadi bonus lagi tapi jadi bencana. Pasti tidak produktif jika kena narkotika.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved