Berita Semarang
DPRD Kota Semarang Minta Honor Tenaga Ambulan Hebat Dianggarkan Hingga Akhir Tahun
DPRD Kota Semarang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) memperhatikaan kesejahteraan tenaga ambulan hebat maupun ambulan siaga
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) memperhatikaan kesejahteraan tenaga ambulan hebat maupun ambulan siaga.
Satu diantaranya terkait kebutuhan honor.
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Swasti Aswagati mengatakan, anggaran honor mereka baru dianggarkan hingga Agustus 2022.
Dia meminta Dinkes untuk memenuhi anggaran honor mereka hingga akhir 2022.
Pasalnya, keberadaan mereka sangat penting dalam pelayanan kegawatdaruratan bagi masyarakat. Apapagi selama pandemi, pengorbanan mereka begitu besar menjemput para pasien Covid-19.
"Ambulan hebat penting, jangan sampai yang bersifat kegawatdaruratan itu tidak diperhatikan.
Ambulan hebat itu kan kebutuhan masyatakat. Kalau tidak ada (tidak dianggarkan), nanti pelayanan terdampak," ujar Asti, sapaannya, Senin (18/7/2022).
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budo Utomo menyebutkan, ada tujuh ambulan hebat dan delapan ambulan siaga. Ambulan hebat ini awalnya dibentuk untuk pelayanan penjemputan ibu hamil saat hendak periksa atau pertolongan lainnya. Sedangkan, ambulan siaga ujtuk mengantar warga yang sakit ke fasilitas kesehatan.
"Begitu Covid-19, jadi ambulan Covid-19 semua, melayani kegawataruratan," ujarnya.
Ambulan hebat maupun ambulan siaga ini, lanjut dia, memilki peranan penting. Dengan tenaga yang bagus dan kompeten, ambulan milik Pemerintah Kota Semarang ini bisa menjadi layanan homecare bagi masyarakat.
"Karena tenaga ambulan hebat bagus, warga yang sakit bisa dilakukan pengobatan, tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Jadi, pemerintah bisa menyediakan homecare bagi masyarakat. Maka dari itu, kami dorong nakesnya. Syukur-syukur bisa terentaskan menjadi P3K," paparnya.
Jika terdapat nakes ambulan hebat yang mundur atau keluar dari pekerjaannya sebagi nonASN, pihaknya pun tidak mempermasalahkan.
Namun, jangan sampai pemerintah menghentikan mereka karema honor belum teranggarkan. Dia meminta Dinkes mengganggarkan honor tenaga ambulan hebat hingga akhir 2022.
"Kalau ada yang mundur, kami senang, dalam artian mereka punya pekerjaan pilihan yang lebih baik. Tapi, jangan sampai pemerintah menghentikan," tandasnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Semarang, Nugroho Edy Riyanto mengatakan, penganggaran honor tenaga ambulan hebat masih menggunakan anggaran 2022. Penganggaran masih berjalan untuk tujuh ambulan hebat dan delapan ambulan siaga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/DPRD-Kota-Semarang-2022.jpg)