Kabupaten Semarang

181 Reklame Diturunkan Paksa, Hasil Operasi di 2 Kecamatan, Langgar Perda Kabupaten Semarang

Reklame dan banner yang ditertibkan yakni yang melanggar Perda Kabupaten Semarang Nomor 4 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
PEMKAB SEMARANG
Aktivitas petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang melepas reklame yang melanggar aturan pemasangan di wilayah Kabupaten Semarang, Kamis (21/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, TUNTANG - Anggota Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang mencopot atau melepas paksa sejumlah reklame yang melanggar ketentuan Perda setempat, Kamis (21/7/2022).

Dua titik lokasi yang menjadi sasarannya yakni Kecamatan Tuntang dan Bringin.

Sekretaris Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengatakan, pihaknya menggelar kegiatan ini lantaran terdapat banyaknya reklame yang melanggar peraturan di sana.

Baca juga: Wisata di Kabupaten Semarang, Taman Bunga Celosia Bisa Jadi Referensi Liburan Akhir Pekan

Baca juga: Universitas Indonesia Jadikan Semarang Sebagai Kota Terbaik di Indonesia 2022

“Meskipun sebagiannya sudah membayar, tapi pemasangannya tidak sesuai ketentuan."

"Misalnya melintang jalan, menumpang di tiang-tiang listrik dan telepon, terutama memasang di pohon,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (21/7/2022).

Reklame yang dimaksud bermacam-macam.

Mulai iklan pondok pesantren, produk rokok, tempat bengkel, hingga lain sebagainya.

Dia menyebutkan, 110 buah reklame di Kecamatan Bringin dicopot.

Sedangkan untuk Tuntang, terdapat 71 buah reklame atau papan iklan yang dilepas secara paksa.

Aktivitas petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang melepas reklame yang melanggar aturan pemasangan di wilayah Kabupaten Semarang, Kamis (21/7/2022).
Aktivitas petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang melepas reklame yang melanggar aturan pemasangan di wilayah Kabupaten Semarang, Kamis (21/7/2022). (PEMKAB SEMARANG)

Baca juga: Universitas Indonesia Jadikan Semarang Sebagai Kota Terbaik di Indonesia

Baca juga: Pembangunan Kios dan Los SCJ Semarang Sudah Selesai, Tinggal Diserahkan ke Dinas Perdagangan

“Yang boleh sesuai ketentuan (pasang reklame, red) yaitu yang memiliki tiang sendiri."

"Misal menggunakan tiang sendiri juga ada ketentuannya."

"Yaitu tidak melintang, tidak berhimpitan pada tiang telepon atau listrik,” imbuhnya.

Alexander menyebutkan, 15 personel ditugaskan ke dua lokasi itu.

Sementara itu, dalam pekan ini, pihaknya telah melakukan operasi reklame dua kali.

Sebelumnya dilaksanakan pada Selasa (19/7/2022) di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bawen dan Pringapus.

Sebagai informasi, reklame dan banner yang ditertibkan yakni yang melanggar Perda Kabupaten Semarang Nomor 4 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame. (*)

Baca juga: Dua Agenda Percepatan Vaksinasi di Kota Pekalongan, PMI Gandeng AIHSP

Baca juga: PAD 2023 Kabupaten Kendal Dipatok Naik Rp 70 Miliar, Tetap Mengacu 4 Pilar Pembangunan

Baca juga: Detik-detik Kebakaran Pabrik Pupuk CV Saprotan Utama, Terjadi Ledakan Berkali-kali

Baca juga: Kendaraan Dinas Tidak Boleh Menggunakan BBM Bersubsidi, Sekda Sragen Dukung MyPertamina

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved