Berita Cilacap

Paska Ambruk Diterjang Banjir, Warga Sindangbarang Bangun Jembatan Gantung Darurat Rakitan Bambu

Paska hujan deras mengguyur wilayah Cilacap pada  (26/7/2022) lalu menyebabkan bencana alam.

pinky setiyo anggraeni
Seorang warga melintas di jembatan darurat rakitan bambu di Dusun Jetak, Desa Sindangbarang, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Rabu (20/7/2022). Jembatan ini ambruk setekah diterjang banjir hebat pada Juni lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Paska hujan deras mengguyur wilayah Cilacap pada  (26/7/2022) lalu menyebabkan bencana alam.

Salah satunya yaitu ambruknya sebuah jembatan di Dusun Jetak, Desa Sindangbarang, Kecamatan Karangpucung, Cilacap.

Jembatan yang menghubungkan grumbul Cikangkareng dengan Dusun Jetak ini ambruk karena derasnya debit air Sungai Dermaji yang mengalir dibawahnya.

Banjir tersebut juga membawa banyak sampah seperti material bambu dan kayu.

Jembatan permanen dengan panjang 22 meter dan lebar 3 meter tersebut ambruk pada Minggu (26/6/202) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Akibatnya, jembatan itu sama sekali tidak dapat dilalui warga maupun kendaraan dan membuat akses perekonomian warga terganggu.

Kepala Dusun Jetak Desa Sindangbarang, Sutomo saat ditemui Tribunjateng.com mengatakan bahwa saat ini warga sudah membuat jembatan darurat.

Hal tersebut agar perekonomian warga dapat kembali berjalan.

"Sementara kita buat jembatan darurat gantung dari bambu dulu. Dari BPBD, Koramil, dan Forkopimcam Karangpucung setelah mengecek lokasi menyarankan untuk dibuat jembatan darurat dulu agar aktifitas warga di grumbul Cikangkareng tetap berjalan," jelas Sutomo. Rabu (20/7/2022).

Sementara itu total warga yang terdampak ada 19 rumah, dengan rincian 22 KK dan 74 jiwa.

Walaupun jumlah jiwa yang terdampak sedikit, akan tetapi menurut Sutomo keberadaan jembatan tersebut sangatlah vital di Desa Sindangbarang.

Selain adanya permukiman warga, daerah tersebut merupakan pusat perekonomian seperti adanya areal persawahan dan perkebunan milik warga.

"Yang paling penting karena ada areal persawahan seluas kurang lebih 20 hektar disana. Jadi jembatan sangat penting untuk arus lalu lintas para petani, seperti sekarang sedang musim panen padi," ujar Sutomo.

Sementara itu, kondisi jembatan darurat berupa bambu rakit yang dibangun oleh warga dengan kerja bakti tersebut saat ini sudah bisa dilalui warga yang akan beraktifitas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved