Penembakan Istri TNI

Misteri Keberadaan Kopda Muslimin Setelah Penembakan Istri TNI, Diduga Ada Motif Asmara

Misteri keberadaan Kopda Muslimin suami Rini Wulandari yang ditembak 4 orang tak dikenal belum terungkap.

Dokumentasi Kodam IV/Diponegoro
Kopda Muslimin suami dari Rini Wulandari korban penembakan di jalan Cemara III nomor 7 RT 8 RW 3 Kelurahan Padangsari Kecamatan Banyumanik Semarang. Saat ini Kopda Muslimin sedang diburu Polisi Militer karena diduga terlibat penembakan istrinya. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Misteri keberadaan Kopda Muslimin suami Rini Wulandari yang ditembak 4 orang tak dikenal belum terungkap.

Diduga ada motif asmara dari menghilangnya Kopda Muslimin setelah istrinya tertembak.

Pomdam IV/Diponegoro kini tengah memburu Kopda Muslimin pasca tragedi penembakan di jalan Cemara III nomor 7 RT 8 RW 3 Kelurahan Padangsari Kecamatan Banyumanik Semarang.

Sebagaimana pernyataan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kaburnya Kopda Muslimin disinyalir adanya keterlibatan kasus penembakan.

Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto mengatakan berkas perkara Kopda Muslimin telah dilimpahkan ke Pomdam IV/Diponegoro untuk dilakukan pencarian.

Baca juga: Kondisi Terkini Roy Suryo, Ini Alasan Ia Tak Ditahan Setelah Jadi Tersangka Kasus Meme Stupa Candi

Baca juga: BREAKING NEWS: 4 Pelaku Penembak Istri TNI di Semarang dan Penyedia Senjata Api Telah Tertangkap

DETIK-DETIK Penangkapan Pelaku Penembak Istri TNI di Banyumanik Semarang

Kopda Muslimin diburu karena telah meninggalkan satuan.

"Dugaan keterlibatan bisa saja. Sudah jelas penyampaian dari bapak Jenderal Andika Perkasa bukti-bukti mengarah kesana," ujarnya, saat dihubungi tribunjateng.com, Sabtu (23/7/2022).

Ditanya apakah Kopda Muslimin diduga mengorder eksekutor, pihaknya belum bisa menjawab.

Saat ini perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Dia (Kopda Muslimin) masih menunggu istrinya sampai paska operasi pengangkatan proyektil selesai," ujarnya.

Menurutnya Kopda Muslimin meninggalkan satuan diketahui saat apel pagi keesokan harinya paska istrinya menjalani operasi pengangkatan proyektil.

Kopda Muslimin diketahui meninggalkan satuan tanpa ada keterangan.

"Yang jelas besok paginya ada apel pagi bersangkutan tidak ada. Kalau tidak adapun harusnya ada keterangan tetapi saat apel tidak ada keterangan. Makannya tidak hadir tanpa izin hingga saat ini," imbuhnya.

Dikatakannya, satuan telah berupaya mencari keberadaan Kopda Muslimin di tempat-tempat biasa didatanginya.

Munculnya kecurigaan suami korban diduga terlibat setelah dikumpulkan bukti-bukti.

"Kalau kenapa menghilang sesuai yang dikatakan Panglima TNI. Yang jelas dikatakan Panglima TNI arahnya mengkrucut kesana suami korban diduga terlibat. Berdasarkan bukti dan saksi," ujar dia.

Baca juga: Dewangga Tempati Posisi Gelandang, Ini Prediksi Line Up PSIS vs RANS Sore ini

Baca juga: KONI Jateng Pastikan Ada Beberapa Venue Porprov 2023 Tidak Dilangsungkan di Pati Raya

Ia menuturkan berdasarkan keterangan Panglima TNI, keterlibatan suami korban terkait hubungan asmara.

Pemburuan Kopda Muslimin dilakukan oleh Pomdam IV/Diponegoro.

"Saat ini kesatuan dan Polisi Militer terus mencari Kopda M.  Sekarang ini ranahnya Polisi Militer mencari Kopda M karena prajurit aktif," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved