Berita Karanganyar

Dua Mantan Direktur BKK Karanganyar Divonis Enam Tahun Penjara

Majelis Hakim yang dipimpin oleh NGR Rajendra menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
ILUSTRASI - Halaman Kantor Kejari Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dua terdakwa yang merupakan mantan Direktur BKK Karanganyar, Sutanto dan Manis Subakir dijatuhi vonis hukuman enam tahun penjara.

Adapun putusan majelis hakim tersebut dibacakan dalam sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Semarang pada Senin (25/7/2022).

Vonis terhadap kedua terdakwa lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (PJU) yakni 7,5 tahun penjara.

Baca juga: Kabupaten Karanganyar Raih Predikat KLA Tingkat Madya, Ruang Publik Ramah Anak Bakal Disiapkan

Baca juga: Persika Karanganyar Menuju Liga 3 Jateng, Calon Pemain Mulai Diseleksi, Peserta Hingga Pemalang

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim yang dipimpin oleh NGR Rajendra menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Hal itu sebagaimana yang diatur dalam Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Kasi Pidsus Kejari Karanganyar, Tubagus Gilang Hidayatullah menyampaikan, masih pikir-pikir menyikapi putusan dari majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang terhadap kedua terdakwa.

Disamping itu kedua terdakwa juga menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

"Atas putusan majelis hakim, kami menyatakan pikir-pikir."

Baca juga: Pindah Jualan di Pujasera Karanganyar, Pedagang: Omzet Menurun

Baca juga: Kabupaten Karanganyar Raih Predikat KLA Tingkat Madya, Ruang Publik Ramah Anak Bakal Disiapkan

"Kami akan konsultasi kepada pimpinan."

"Apakah menerima putusan tersebut atau tidak," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (26/7/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, Sutanto dan Manis ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi penyaluran kredit di BKK Karanganyar pada Kamis (3/2//2022).

Setelah dilakukan perhitungan atas penyaluran kredit pada 2014-2016, kerugian negara akibat tindakan tersebut sebesar Rp 3,89 miliar.

Kasus tersebut bermula dari proses penyaluran kredit kepada nasabah yang tidak sesuai prosedur.

Nominal pinjaman yang diberikan nilainya mencapai lebih dari Rp 100 juta hingga Rp 540 juta. (*)

Baca juga: Inilah Wajah dan Profil Pelaku Mutilasi di Kabupaten Semarang, Tega Bunuh Korban Karena Sakit Hati

Baca juga: Bacaan Sholawat Nuril Anwar, Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya

Baca juga: Rektor USM Lantik 46 Pejabat Struktural Universitas Semarang

Baca juga: 5 Makanan dan Minuman yang Menyebabkan Diabetes

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved