Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Bupati Cilacap Buka Sosialisasi Deradikalisasi pada Ratusan Santri Binaan LDII di PPM Tri Sukses

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji membuka sosialisasi deradikalisasi yang diikuti kurang lebih 500 santri pondok pesantren binaan DPW LDII Jateng

Istimewa
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji membuka sosialisasi deradikalisasi yang diikuti kurang lebih 500 santri pondok pesantren binaan DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Tengah mengikuti Sosialisasi Deradikalisasi di PPM (Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa) Tri Sukses di Tritih Kulon Cilacap Utara Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022). 

Alasan kenapa mengambil tema ini setelah melihat perubahan yang begitu cepat di era global ini membuat dunia tanpa batas dengan adanya internet. "Kita aku ada dampak positif dan negatifnya, seperti pergaulan bebas, rasa nasionalisme semakin pudar dan munculnya ideologi yang berbau radikalisme yang mengarah ke terorisme.

"Maka kami ingin merawat negara ini dengan semangat nasionalisme dengan bela negara untuk mempertahankan negara ini yang selalu diincar bangsa Asing," tambah Singgih.

Belum lagi adanya upaya provokasi kelompok tertentu untuk mengadu domba agar ormas keagamaan saling bertikai dengan alasan apa pun. Maka diperlukan kerukunan dan kekompakan anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa untuk selalu mewujudkan perdamaian dan kerukunan dengan dibalut semangat NKRI di Negeri ini khususnya Cilacap ini.

Maka untuk membendung hal itu, LDII memiliki visi seperti yang diterapkan di PPM Tri Sukses Cilacap ini yaitu santri harus memiliki sifat Alim dan Faqih (Berilmu tapi paham ilmunya), lalu mandiri yaitu mampu mengurus dirinya sendiri sebelum mengurus orang lain dan ketiganya adalah santri berkhlakul Karimah.

Senada dengan Prof Singgih, Ketua Dai Kamtibmas Jateng H Sunardi Joko Santoso menambahkan bahwa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Maka kunci untuk mewujudkan semua ini generasi muda harus memiliki akhlak yang mulia.

Dengan memiliki akhlak yang mulia akan selalu ingat bahwa sesama saudara Islam itu adalah saudara, "Bila ada perselisihan bisa diselesaikan secara baik dan mufakat, bila tidak bisa maka selesaikan secara hukum negara yang ada di negara kita ini.

Jadilah Agen Pembangunan

Sementara itu Kompol Hasin Setiawan sebagai narasumber dari Dirbinmas Polda Jateng dan FKPM Jateng dalam materinya menekankan pada para santri untuk mengingat perjuangan para founding father bangsa.

"Maka sebagai generasi bangsa harus menereuskan perjuangan dan semangat persatuan yang dicita-citanya yaitu NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Maka sebagai generasi muda harus ingat dengan NKRI negara akan rukun dan aman dan tentram, bila menginginkan Khilafah kita bisa melihat di timur tengah yang selalu bergolak," pesan Hasyin.

Maka sebagai generasi penerus bangsa, lanjut Hasyin para santri di pondok pesantren binaan LDII ini bisa menjadi agen perubahan pembangunan untuk mengisi kemerdekaan ini untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tampak hadir pengurus Dai Kamtibmas Polda Jateng, pengurus FKUB Cilacap, tokoh ulama dan masyarakat seperti Ketum MUI Cilacap, Lanal, Koramil, Binmas Polres Cilacap, kemenag, Camat Cilacap Utara, Sunarti, Lurah Tritih Kulon dan tokoh masyarakat lainnya. (*)

Baca juga: Miris, Bangunan Sekolah di Pelosok Cilacap Ini Rusak, Siswa Diboyong ke Posyandu

Baca juga: Isi Percakapan Telepon Kopda Muslimin dengan Kabul, Katakan Semua Sudah Terlambat

Baca juga: Mohon CCTV di Setiap RT Ditambah Pak

Baca juga: Nostalgia Anies Baswedan di Pernikahan Putri Sulungnya, Dua Kemiripan Soal Jodoh dan Adat Yogyakarta

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved