Berita Nasional

Mardani Maming Mengaku Tidak Kabur: Saya Ziarah Wali Songo

"Beberapa hari saya tidak ada bukan saya hilang, tapi saya ziarah, ziarah Wali Songo," ujar Maming.

Tribunnews
Mardani Maming 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Mardani H Maming mengaku tidak kabur setelah menjadi buron dan dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (26/7/2022).

Mantan bupati Tanah Bumbu itu menyampaikannya saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Seperti diketahui, Mardani Maming resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2011.

Baca juga: Mardani Maming Jadi Buronan KPK, PDIP Janji Tak Intervensi

"Beberapa hari saya tidak ada bukan saya hilang, tapi saya ziarah, ziarah Wali Songo," ujar Maming ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Maming menjelaskan, melalui Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) yang menjadi kuasa hukumnya, ia telah melayangkan surat ke KPK pada Senin (25/7/2022).

Mardani Maming ditemui di Gedung Merah Putih KPK
Mantan bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/7/2022) malam. KPK resmi menahan Maming setelah menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2011.

Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa ia akan kooperatif dan bersedia memenuhi panggilan KPK pada tanggal 28 Juli setelah gugatan praperadilan selesai.

Setelah putusan sidang selesai pada Rabu (27/7/2022) kemarin, Maming pun menepati janji yang telah disampaikan ke KPK untuk hadir mengikuti proses hukum tersebut.

"Setelah itu, (Saya) balik tanggal 28 sesuai janji saya dan saya hadir," ucap Bendahara Umum (Bendum) nonaktif PBNU itu.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Maming langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari pertama.

Dalam kasus ini, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) diduga menerima suap lebih dari Rp 104,3 miliar.

Maming juga disebut mendapat fasilitas dan biaya membangun sejumlah perusahaan setelah mengalihkan izin pertambangan dan produksi pertambangan salah satu perusahaan ke PT Prolindo Cipta Nusantara. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sempat Jadi Buron, Maming: Saya Bukan Hilang, Saya Ziarah ke Wali Songo"

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Mardani Maming Akan Serahkan Diri ke KPK Hari Ini

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved