Breaking News:

Berita Kabupaten Semarang

Di Tengah Pandemi Covid-19, HIPMI Kab Semarang Sebut Anggotanya Mampu Bantu Pemda Pulihkan Ekonomi

Para pengusaha muda di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dinilai mampu mengoptimalkan kemampuannya dalam berbisnis

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Reza Gustav Pradana
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha memberikan keterangannya soal potensi ekonomi di Kabupaten Semarang, Minggu (2/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KAB SEMARANG - Para pengusaha muda di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dinilai mampu mengoptimalkan kemampuannya dalam berbisnis hingga mampu berkontribusi dalam peningkatan perekonomian daerah.

Berdasarkan penuturan Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Semarang, Riska Dwi Prasetyo, besarnya potensi, waktu, dan energi yang dimiliki mereka, termasuk anggotanya, bisa secara efektif membangun kekuatan dalam menghadapi situasi sulit akibat pandemi Covid-19 sejak kurun waktu dua tahun terakhir.

“Maka kami mendorong terwujudnya kolaborasi dan sinergitas para pelaku usaha, juga dalam membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memulihkan perekonomian yang terpuruk saat pandemi,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (31/7/2022).

Menurutnya, kompetisi para pengusaha saat ini harusnya sudah berganti menjadi kolaborasi.

Maka, pihaknya sendiri menggelar kegiatan Diklatcab dan Forum Bisnis yang digelar BPC HIPMI Kabupaten Semarang yang bertujuan mensinergikan seluruh potensi pengusaha yang ada.

“Besarnya potensi ekonomi di sektor UMKM dan industri kreatif di Kabupaten Semarang, juga menjadi salah satu pertimbangan bagi HIPMI Kabupaten Semarang untuk membangun sebuah kekuatan ekonomi secara bersama-sama,” imbuhnya.

Mengenai potensi ekonomi, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha membeberkan sejumlah sektor yang bisa dimanfaatkan untuk berbisnis.

Menurutnya, usaha-usaha di wilayah yang dipimpinnya membutuhkan bahan baku yang cukup besar.

“Kaitannya dengan potensi sangat luar biasa, misalnya usaha mikro kecil menengah (UMKM), ekonomi kreatif, pariwisata juga bagus.

Ayam dan bebek di tempat kuliner kebutuhannya juga banyak, bisa ditingkatkan pasokannya.

Pertanian sayur organik misalnya, perlu dikembangkan juga seperti yang ada di Getawan.

Kaitannya dengan eceng gondok di Rawa Pening bisa juga dipakai untuj produk ekonomi kreatif,” bebernya.

Ia mengharapkan, hubungan antar pengusaha yang lain beserta sinerginya dengan pemerintah harus tetap terjalin dan terbuka untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Bupati juga mengakui, wabah Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi daerah mengalami tekanan besar serta mengalami minus 2,7 persen pada 2020 lalu.

“Seiring dengan meredanya pandemi, pertumbuhan ekonomi mulai bangkit dan tercatat mengalami pertumbuhan di atas 3 persen pada 2022 ini.

Anggaran konsumsi yang dikeluarkan oleh Pemkab Semarang bisa mencapai Rp 6 miliar per tahun, maka kami keluarkan surat edaran yang mewajibkan menggunakan produk lokal. “Harapannya, anggaran tersebut dapat bermanfaat untuk menggerakkan UMKM dan potensi ekonomi daerah sendiri,” jelasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved