Travel

Kenapa Tidak Ada Lantai 13 di Hotel Bertingkat? Ini Jawabannya

Saat menginap di hotel berbintang dengan belasan atau puluhan lantai, kita tidak akan menemukan lantai 13 di lift.

Editor: rival al manaf
GOOGLE
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Saat menginap di hotel berbintang dengan belasan atau puluhan lantai, kita tidak akan menemukan lantai 13 di lift.

Hampir semua hotel tidak memiliki lantai 13.

Kenapa tidak ada lantai 13 di hotel kemudian menjadi pertanyaan para tamu yang penasaran.

Baca juga: 3 Jawaban Kenapa Tidak Ada Guling di Hotel, Bukan Karena Tamu Sudah Bawa Masing-masing

Baca juga: Kenapa Tidak Ada Jam Dinding di Kamar Hotel? Ternyata Ini Jawabannya

Baca juga: Resmi! Rumah Sakit JIH Purwokerto Beroperasi, Berikan Suasana Layaknya di Hotel

Melansir dari Travel and Leisure, Minggu (30/1/2022), alasan utama tidak ada lantai 13, sebenarnya karena adanya triskaidekaphobia, atau ketakutan akan angka 13.

Seperti yang dilaporkan USA Today, ketakutan akan angka 13 bukan hanya fobia kecil-kecilan yang membuat orang menghindari pergi keluar pada hari Jumat tanggal 13. 

Namun, fobia itu bisa menyebabkan orang menderita kecemasan akut saat mereka datang ke tempat yang berhubungan dengan angka 13. 

Melewatkan lantai 13 di suatu gedung atau hotel pun dianggap dapat membantu menyelamatkan pelanggan yang menderita ketakutan khusus ini.

Banyak yang tidak nyaman tinggal di lantai 13 Mungkin memang tampak berlebihan untuk melewatkan semua lantai untuk beberapa pelanggan yang ketakutan. 

Akan tetapi, survei yang dilakukan Gallup pada 2007 mengatakan bahwa 13 persen responden mengatakan, mereka merasa tidak nyaman tinggal di lantai 13 sebuah hotel.

Sesuai dengan pemikiran rasional, hotel dan bangunan yang lebih tinggi dari 12 lantai akan memiliki lantai 13.

Namun, banyak hotel mereka memilih menghapusnya. 

Angka lantai 13 digantikan dengan sesuatu yang lain, banyak bangunan di New York City yang menyebut angka 13 sebagai 12B  atau 14A. 

The Atlantic menjelaskan dalam sebuah survei oleh CityReality, ditemukan bahwa dari 629 bangunan kondominium yang terdaftar dengan 13 lantai atau lebih, hanya 55 yang menyebut lantai 13 sebagai lantai 13. 

Itu berarti 91 persen bangunan dengan lantai 13 menamainya menjadi sesuatu yang kurang menyeramkan dengan harapan menarik calon pembeli dan penyewa.

Meskipun ini tampak berlebihan, ada baiknya bagi sebuah bisnis untuk tidak mengasingkan 13 persen klien potensial. 

Direktur Marriott International, J.W. Bill Marriott Jr., mengatakan kepada USA Today pada 2007 soal angka 13. 

“Itu adalah salah satu hal pertama yang saya pelajari: jangan pakai (angka) 13,” ujar J.W. Bill Marriott Jr.

Pasti banyak yang ingin mengetahui sebenarnya apa itu triskaidekaphobia dan mengapa menjadi sebuah ketakutan yang sampai diperhatikan oleh pemilik gedung atau hotel, dikutip dari USA Today.

Penjelasan Triskaidekaphobia

Triskaidekaphobia adalah ketakutan yang parah terhadap angka 13.

Sebagai fobia, ketakutan ini lebih dari sekadar ketidaknyamanan ringan.

Orang yang mengalami fobia menunjukkan gejala kecemasan akut ketika mereka menemukan atau menghadapi obyek ketakutan mereka. 

Gejalanya bisa meliputi mual, muntah, kesulitan bernapas, detak jantung cepat, berkeringat, dan perasaan panik. 

Menghilangkan lantai 13 di hotel bisa jadi menyelamatkan pelanggan yang mungkin menderita gangguan ini dari ketidaknyamanan berada di elevator dengan lantai 13 atau memiliki kamar di lantai 13. 

Takhayul angka 13

Selain fobia, angka 13 juga identik dengan sebuah takhayul.

Berdasarkan pengetahuan umum, ketakutan akan angka 13 berasal dari salah satu teks tertulis dari Kode Hammurabi. 

Cerita berlanjut bahwa para penulis kode meninggalkan hukum ke-13 dalam daftar, tapi daftar tersebut tidak memiliki nomor.  

Meskipun demikian, ketakutan terhadap angka 13 memang muncul, angka 13 mungkin dianggap kurang baik dalam agama-agama pendahulu. 

Ada yang bilang Loki adalah dewa Norse ke-13.

Yudas adalah orang ke-13 yang mengikuti perjamuan terakhir, tapi takhayul itu tidak mencolok sampai abad ke-17.

Angka 13 di tombol lift dihilangkan

Area utama di hotel untuk membuktikan jika angka 13 dihilangkan adalah di tombol elevator atau tangga. 

Seringkali tidak ada angka 13 di tombol elevator.

Hotel tidak menghilangkan lantai 13, tetapi memberi label atau nama lantai secara berbeda.

Baca juga: Ini Kelakuan Tidak Profesional Ronaldo yang Membuat Suporter Manchester United Kecewa

Baca juga: BPOM Semarang Temukan 9 Salon yang Memproduksi dan Menjual Kosmetik Berbahan Berbahaya

Baca juga: Koalisi Gerindra dan PKB di Jawa Tengah Siap Menangkan Prabowo-Cak Imin

Menurut perusahaan Otis Elevator, sekitar 85 persen tombol elevator menghilangkan angka 13.

Sejarah angka 13 Kebiasaan menghilangkan lantai 13 di hotel-hotel tinggi sebenarnya adalah kebiasaan yang relatif baru. 

Itu karena gedung pencakar langit tidak muncul sampai tahun 1885. Bahkan kemudian, gedung pencakar langit pertama, yakni gedung asuransi rumah hanya memiliki 12 lantai. 

Tradisi menghilangkan angka 13, tampaknya telah dimulai karena para kritikus percaya bahwa gedung pencakar langit setinggi itu akan menimbulkan sesuatu hal yang menyeramkan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Tidak Ada Lantai 13 di Hotel? Ini Penjelasan Lengkapnya"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved