Wawancara Khusus

Kisah Atlet Panahan Indonesia Peraih Emas APG 2022, Kaki Diamputasi karena Tak Dengar Orangtua

Waktu itu tahun 2017 di bulan puasa saya mengalami kecelakaan. Saya terlindas truk tronton, kena kaki kanan dan harus diamputasi...

Editor: rustam aji
Tribunnews/Abdul Majid
Setiawan (kanan) dan pelatih tim para panahan Indonesia, Tri Sugeng Purwanto. 

Orangtua. Mereka selalu mendukung, mendoakan terus di rumah apa pun kondisinya. Mereka pihak yang paling men-support saya. Berikutnya ada pelatih kemudian teman-teman.

Usai juara, air mata Anda menetes. Apa yang terlintas?

Soalnya ini medali pertama saya di APG. Waktu 2019, saya mempersiapkan diri tapi batal. Jadi saya merasa bangga dengan ini (medali emas-red).

Ini saya persembahkan untuk orangtua, pelatih dan semua orang yang sudah mendukung saya. Sebelumnya saya pernah dapat emas di Thailand Championship 2019.

Itu saya dapatkan nomor beregu dan medali perunggu di nomor mix team. Kemudian di Peparnas Papua, saya ikut kelas elite tapi saya cuma masuk empat besar.

Setelah nomor perseorangan recurve, saya masih turun di nomor beregu putra. Semoga kami bisa mendapatkan emas lagi.

Apa yang ingin Anda sampaikan ke masyarakat khususnya penyandang disabilitas?

Ya meskipun seperti ini, punya kekurangan, jangan pernah mudah menyerah, terus bangkit. Kalau kurang di latihan tambah sendiri.

Kalau pelatih tidak menyuruh ya harus inisiatif tambah sendiri. Intinya jangan mudah menyerah.

Saya ke depan juga punya impian untuk bisa tampil di tingkat yang lebih tinggi lagi, Asia sampai ke Paralimpiade. Cita-cita saya juga ingin jadi PNS, semoga tercapai. (amj/eko)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved