Universitas Ivet Semarang

Mahasiswa Universitas Ivet Gunakan 2 Bahasa Dalam Ujian Skripsi

Mahasiswa Universitas Ivet pada program Studi Bimbingan dan Konseling melaksanakan Sidang Skripsi dengan menggunakan 2 Bahasa.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
M Fairis mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling memaparkan skripsinya dalam 2 bahasa kepada para penguji dengan di saksikan oleh para Pembingbing, Ka Prodi, Dekan FKIP, dan Wakil Rektor 1 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Pertama kali dalam sejarah salah satu Mahasiswa Universitas Ivet pada program Studi Bimbingan dan Konseling melaksanakan Sidang Skripsi dengan menggunakan 2 Bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara tatap muka di Ruang Sidang Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan pada hari Senin (8/8).

ucapan selamat kepada M Faris mahasiswa program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah lulus menyelesaikan skripsinya oieh seluruh undagan yang hadir
ucapan selamat kepada M Faris mahasiswa program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah lulus menyelesaikan skripsinya oieh seluruh undagan yang hadir (IST)

Mahasiswa atasnama M Faris asal semarang ini mengangkat tema skripsi hubungan layanan orientasi dengan penyesuaian diri Siswa di SMP darul Qur'an dengan pembimbing skripsi Sri Redjeki dan Elfi Rimayati dan sebagai penguji Muhammad Abdul Kholiq dari Unnes dan Muhammad Rizky Rochmawan dari Unit Kerjasamas Universitas Ivet.

Pada sidang skripsi tersebut tampak Faris begitu tenang dan sangat siap mengikuti ujian tersebut menurutnya harus sudah matang dalam mempersiapkan ujian dengan menggunakan 2 bahasa ini.

“Tidak begitu mudah untuk mempresentasikan Skripsi dengan bahsa asing apalagi menggunakan bahasa yang tidak setiap hari kita gunakan salah sedikit saja bisa benar - benar fatal apalagi menyangkut lulus atau tidaknya ujian skripsi, selain itu butuh waktu yang tidak sebentar untuk melatih kelancaran dalam penyampaian dengan menggunakan Bahasa Inggris,” ujarnya.

Mahasiswa Bimbingan Konseling tersebut juga menyampaikan bahwa dirinya ingin mewujudkan harapan dari Universitas Ivet yang mempunyai Visi Bereputasi International.

“Dengan berkembangnya zaman apa lagi saat ini kita memasuki era society 5.0 dimana penggunaan bahasa international di pakai di berbagai bidang maka dari itu saya mengajukan diri untuk membuat skripsi dengan menggunakan Bahasa Inggris guna mempersiapkan diri saya sendiri agar siap menerima tantagan di masa kedepan,” tuturnya.

Faris juga menambahkan penggunaan 2 bahasa ini menjadi pengalaman baru dan tantangan tersendiri pasalnya baru pertama dan belum ada di Universitas Ivet.

“Alhamdulilah dengan komunikasi yang intens kepada dosen pembimbing semua berjalan dengan lancar apa lagi skripsi yang saya buat ini sangat membantu sekali untuk sekolah terutama para Guru BK dalam mengatasi problem atau masalah para siswa,” imbuhanya.

Sementara itu Wakil Rektor 1 Universitas Ivet Dr Luluk Elyana saat di temui setelah kegiatan sidang skripsi tersebut menyampaikan salutnya kepada Program Studi Bimbingan Konseling yang telah menyelengarakan sidang skripsi dengan menggunakan 2 bahasa.

“Merupakan sebuah inovasi yang bagus kami sangat mengapresiasi atas terselengaranya Sidang skripsi dengan menggunakan 2 bahasa ini merupakan sejarah karena baru pertama kalinya di adakan dan menjadi momentum yang bagus sekali sebab mahasiswa dibebaskan dalam pembuatan skripsi dengan menggunakan Bahasa Asing apalagi kita sudah menjalankan kurikulum Merdeka Belajar maka kita juga harus memerdekaan mahasiswa untuk menentukan sendiri mau di seperti apakan skripsinya,” terangnya.

Dr Luluk Elyana juga mengatakan bahwa siapapun mahasiswa yang berprestasi maka akan kami Fasilitasi.

“Dalam sidang ini kami juga mengundang Dosen dari UNNES untuk menguji mahassiwa tersebut sebab dengan adanya dosen dari luar kampus tentu membuat mahasiswa memiliki ilmu tambahan sehingga skripsinya tidak sia – sia dan tentu akan mendapat nilai tambah sendiri, selain itu juga akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mahasiswa tersebut,” ujarnya.

Wakil Rektor 1 Tersebut juga menambahkan bahwa Skripsinya akan di jadikan Jurnal penelitian di Universitas Ivet dan mahasiswa yang bersangkutan akan mendapatkan Sertifikat International dari Unit Kerjasama dan International.

“Harapannya bisa masuk ke jurnal International maka dari itu kami mengundang ketua LPPM Universitas Ivet Dr Slamet untuk hadir ke dalam sidang tersebut dengan tujuan agar bisa menguji apakah layak untuk kita masukkan ke jurnal yang dimiliki oleh Universitas Ivet dan apabila butuh penyempurnaan kita juga akan mengajak Dosen yang berkompeten untuk bersama – sama menyempurnakan skripsi yang di buat oleh Mahasiswa Bimbingan dan Konseling tersebut,” imbuhnya.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved