Berita Regional
Terbangun Dengar Rintihan, Amanda Temukan Kedua Orangtua dan Adiknya Terkapar Penuh Luka
Pasangan suami istri, Porepadang (54) dan Sabriani (50), asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya.
Harry menjelaskan, polisi masih menunggu hasil resmi visum.
Sementara itu, anak korban yang sempat kritis telah dirujuk ke rumah sakit di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kondisinya pun semakin membaik.
“Untuk mepercepat pengungkapan kasus ini, pihak kepolisan tadi malam telah mebentuk tim khusus penangana kasus ini dan saat ini telah bergerak,” ucapnya, Senin.
Harry menerangkan, untuk membongkar kasus ini, polisi terus mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
"Sudah 7 orang saksi yang diambil keterangannya," ungkapnya, dilansir dari Tribun Sulbar.
Keluarga korban berharap kasus diusut tuntas
Lurah Aralle Nur Endang Ramlan menyampaikan, Porepadang merupakan Kepala SMAN 2 Buntu Malangka, Mamasa.
Sedangkan, istrinya seorang ibu rumah tangga.
Keluarga korban mengecam pembunuhan Porepadang dan Sabriani.
Perwakilan keluarga, Sarella, berharap agar polisi segera mengusut tuntas pembunuhan ini.
“Kami keluarga yang tidak terima tindakan keji pelaku ini, kami mendesak polisi serius mengungkap siapa pelaku pembunuhan korban,” tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Misteri Tewasnya Pasutri di Mamasa, Uang Rp 10 Juta Raib, Anak Korban Selamat Usai Merintih"
Baca juga: Bocah 7 Tahun Tewas Kesetrum saat Tengok Anak Ayam Peliharaannya dalam Kardus Sepulang Sekolah