Berita Banyumas

HUT Ke-77 RI, Lomba Dagelan Peang Penjol Seni Lawak Banyumas 

Dalam rangka menyemarakan Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan RI berbagai rangkaian perlombaan akan digelar di Banyumas. 

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Catur waskito Edy
Tribunjateng.com/Imah Masitoh
Peserta lomba dagelan Banyumas Peang Penjol sedang tampil di atas panggung, Sabtu (13/8/2022).  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dalam rangka menyemarakan Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan RI berbagai rangkaian perlombaan akan digelar di Banyumas. 

Salah satunya Lomba Dagelan Banyumas Peang Penjol yang berlangsung pada hari ini, Sabtu (13/8/2022) di Gedung Soetedjo Purwokerto. 

Dagelan Banyumas merupakan seni melawak khas Banyumas yang sudah menjadi bagian karakter orang Banyumas yang apa adanya.

Seni dagelan Banyumas ini tidak hanya melulu soal guyonan atau lelucon saja. Namun didalamnya pemerannya akan memberikan kritikan, pesan moral, hingga mengangkat kearifan lokal. 

Lelucon dan pesan moral, dibawakan dengan bahasa dialek Banyumas dengan ngapak yang kental hingga tak jarang mengundang gelak tawa para penonton. 

Dagelan Banyumas ini pernah mengalami puncak ketenaran pada masanya dulu. Grup lawak Peang Penjol begitu terkenal sekitar tahun 1990 dengan materi-materi yang dibawakannya. 

Saat ini keberadaan seni dagelan Banyumas sudah jarang sekali ditemukan, bahkan tidak ada penerus grup lawak Peang Penjol yang legendaris seperti dulu. 

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Edi Saptono mengatakan diadakan lomba dagelan Banyumas Peang Penjol ini tidak hanya untuk memperingati HUT RI saja. 

Ada tujuan lain yang diharapkan yakni memunculkan figur baru Peang Penjol di generasi sekarang yang bahkan ada yang belum tahu sama sekali mengenai seni ini. 

"Pada hari ini Banyumas Millenial meneruskan seni lawakan-lawakan yang pada hari ini dilombakan. Mudah-mudahan muncul kembali Peang Penjol junior hingga bisa terkenal seperti dahulu dan melegenda," ucapnya saat membuka acara. 

Bupati Banyumas Achmad Husein beserta istri yang menyempatkan hadir melihat pertunjukan dagelan Banyumas ini turut mengapresiasi adanya lomba ini guna mengenalkan kepada generasi muda akan kesenian ini. 

Peserta yang mengikuti perlombaan ini sebanyak 20 tim dimana sebelumnya telah diseleksi dari 49 peserta yang diadakan secara online. 

Masing-masing tim diberikan waktu maksimal 10 menit untuk menampilkan dagelan dengan tema yang sudah dipersiapkan masing-masing tim.

Para dewan juri berasal dari seniman-seniman terbaik Kabupaten Banyumas yang sudah terkenal yakni Iskandar S, Titut Edi Purwanto, Jarot Setyoko, Bambang Wadoro, dan Edi Romadon. 

Penonton yang ada di dalam gedung begitu antusias melihat peserta lomba hingga gelak tawa tak terhindarkan pada saat para pemain tampil di panggung. 

"Dulu sering nonton, dulu bisa dengerin pakai kaset. Asyik lucu-lucu, sekarang jarang sekali ada pertunjukan seperti ini," ungkap Suroso Warga Desa Pekunden, Banyumas. (ima)

Baca juga: Senyum Wasiran Mantan Rampok yang Santuni Ratusan Anak Yatim

Baca juga: 30 Jaksa Ditunjuk Kejagung untuk Tangani Kasus Pembunuhan Brigadir J

Baca juga: Warga Pemalang Kirim Karangan Bunga Terimakasih KPK

Baca juga: Full Time Persib Bandung vs PSIS : Tim Mahesa Jenar kena Prank dan Dikerjai Wasit

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved