Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga 1

Tanggapan Pelatih PSIS Atas Keputusan Wasil Totok Fitrianto di Laga Persib Bandung vs PSIS

PSIS Semarang takluk 2-1 atas Persib Bandung dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 pekan keempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu

franciskus ariel setiaputra
Pelatih PSIS Semarang Sergio Alexandre saat pimpin latihan PSIS di Stadion Jatidiri, Kamis (14/7/2022) kemarin- Ariel/tribunjateng.com 

Pada menit 84, PSIS mendapat peluang lewat Rachmat Hidayat usai menerima umpan dari Titus Bonai, namun tendangannya hanya menghasilkan sepak pojok.

Menit 87, PSIS mencetak gol lewat lemparan ke dalam yang dilakukan oleh Alfeandra Dewangga Santosa. Namun ternyata gol ini dianulir oleh wasit.

Alhasil, skor tetap 2-1.

Wasit sebenarnya sempat mengesahkan gol Dewangga, namun diprotes oleh para pemain Persib dan setelah berdiskusi dengan asisten wasit. Totok Fitrianto akhirnya mantap menggagalkan gol Dewangga dianulir.

Menurut regulasi yang tercantum dalam IFAB Laws of the Game 2021/22, sebuah gol tidak bisa dicetak langsung dari throw-in atau lemparan kedalam. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, jika lemparan ke dalam itu langsung menembus jala lawan, hasilnya hanya tendangan ke gawang untuk tim yang 'kebobolan' tersebut.

Dalam proses lemparan jauh yang dilakukan oleh Dewangga, wasit menganggap bola tak menyentuh pemain manapun sehingga gol pemain Tim Nasional Indonesia tersebut dianggap tidak sah.

Di sisa pertandingan tidak ada lagi gol tercipta.

Hingga akhir laga skor 2-1 untuk keunggulan Persib Bandung. 

Gagal mengamankan poin di Bandung, pelatih PSIS Sergio Alexandre mengaku tetap mengapresiasi permainan anak asuhnya yang sudah menjalankan instruksi dengan baik.

"Pertandingan berjalan ketat sore  ini, saya senang para pemain bisa menjalankan instruksi dengan baik. Mereka melakukan sesuai dengan apa yang telah kami rencanakan, dan itu berjalan sangat baik," kata Sergio usai pertandingan.

Dalam pertandingan ini, keputusan wasit Totok Fitrianto memberikan hadiah penalti bagi Persib menjadi perdebatan.

Sebab, dalam tayangan ulang, Jonathan tidak menyentuh sama sekali bola di area kotak penalti.

Namun Totok menilai pemain asal Chile itu melakukan handball sehingga Persib mendapatkan hadiah penalti.

"Ada dua situasi yang tidak menguntungkan. Pertama, kejadian penalti Persib, Jonathan bicara kepada saya itu tidak mengenai tangannya tetapi   mengenai rusuk, bukan tangan," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved