Wawancara Khusus

Deolipa Yumara Pakai Pendekatan Psikologis dan Rohani agar Bharada E Mau Jujur (2)

Kuasa Hukum Bharada E Deolipa Yumara ketika itu melakukan pendekatan psikologis untuk mengungkap cerita yang selama ini dipendam oleh Bharada E

Editor: rustam aji
tibunnews
BAWA SURAT KLIENNYA - Kuasa Hukum Bharada E Deolipa Yumara menunjukkan bawa surat yang ditulis langsung oleh kliennya saat wawancara dengan Wakil Direktur Tribun Network Domuara Ambarita, Selasa (9/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM - Kuasa Hukum Bharada E Deolipa Yumara mengatakan tidak mudah menggali informasi dari kliennya yang dalam kondisi mental tertekan.

Bang Olif, sapannya, melihat Bharada E masih tampak pucat, galau, lemas saat ditemui di ruangan khusus di Bareskrim Polri. "Dia cerita khawatir setiap menjawab pertanyaan dari penyidik," kata Olif di rumahnya kawasan Depok, Selasa (9/8).

Olif kemudian melakukan pendekatan psikologis untuk mengungkap cerita yang selama ini dipendam oleh Bharada E.

Simak lanjutan wawancara Wakil Direktur Tribun Network Domuara Ambarita dengan Kuasa Hukum Bharada E, Deolipa Yumara:

Bisa ceritakan pergantian kuasa hukum dari Andreas Nahot Silitonga ke Bang Olif?

Jadi seputar pergantian pada hari Sabtu kita ditelpon supaya merapat ke ruang sidik lantai 4 Bareskrim Mabes Polri karena ada yang darurat dan untuk kepentingan negara.

Ya namanya kita pengacara merah putih yang benderanya merah putih. Kita semua ini kan merah putih semua jadi kita juga pengacara negara. Nah kita datang, dipanggil datang, biasanya juga gitu kalau dipanggil oleh kawan-kawan penyidik kalau ada yang darurat kebutuhan pengacara.

Di wilayah pengacara ada kita mendampingi swasta dan kasus hukum pribadi tapi ada juga mendampingi serta bertanggung jawab kepada negara. Itu kewajiban kita, memang juga diatur dalam undang-undang profesi.

Ketika kita dipanggil, kita dijelaskan di sana bahwasannya pengacara dari Bharada E mengundurkan diri penyebabnya apa tidak tahu. Tapi kami diminta segera bertemu Bharada E siapa tahu mau kita dijadikan kuasa hukum dia.

Itu tadi yang saya bilang tanggung jawab ke negara, karena Bharade E tersangka pembunuhan otomatis dia butuh kuasa hukum agar nanti penyidikan berjalan formil tidak ada cacat formil.

Lantas apa tanggapan dari Bharade E setelah bertemu Bang Olif?

Setelah kita berbicara banyak akhirnya dia mengatakan mau menggunakan kami sebagai kuasa hukum yaitu saya Deolipa Yumara beserta tim. Kami juga bersama pengacara Muhammad Burhanuddin. Kami cuma berdua aja karena kami pikir ini perkara yang lumayan berisiko.

Kemudian kita membuat kuasa dari Bharade E. Ini adalah surat kuasanya (sambil menunjukkan, red) dari Richard Eliezer Pudihang Lumiu kepada kami.

Semuanya sudah tertera nama lengkap, tanggal lahir di Manado 14 mei 1998 agama kristen protestan, pekerjaan polri, dan alamat di asrama Brimob Cikeas, Udik, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved