Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

DPRD Batang Minta KITB Tunjukkan Komitmen, Maulana Yusup : Banyak Pengusaha Lokal Mengadu

Ketua Komisi C DPRD Batang Tofani Dwi Arieyanto menambahkan sudah saat KITB menunjukkan komitmen pada kearifan lokal

Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Dina Indriani
Pembangunan restoran milik investor lokal di KIT Batang yang telah relokasi terhenti. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Ketua DPRD Batang Maulana Yusup menyampaikan keberpihakan pendirian Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang pada pengusaha menjadi perhatian khusus DPRD.

"Saat ini itu juga menjadi salah satu perhatian khusus di DPRD, banyak sekali pengusaha lokal batang yang mengadu ke DPRD," tuturnya kepada Tribunjateng.com di sela-sela kegiatannya, Senin (15/8/2022). 

Ia mengakui, saat ini belum punya akses yang begitu luas ke KITB.

"Alasannya ya karena KITB merupakan proyek strategis nasional atau PSN," ujarnya. 

Ketua Komisi C DPRD Batang Tofani Dwi Arieyanto menambahkan sudah saat KITB menunjukkan komitmen pada kearifan lokal.

"Komitmen itu sudah berulangkali disampaikan manajemen KITB hingga Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan untuk tenaga kerja lokal harus jadi prioritas penyerapan tenaga kerja.

Kemudian, pengusaha atau investor lokal juga jangan sampai dilupakan. 

"Berkali-kali kami selalu bilang bahwa rakyat Batang jangan hanya jadi penonton,"tuturnya. 

Ia juga menyinggung berita tentang nasib investor lokal yang terkatung-katung saat membangun restoran.

"Jangan sampai hal itu jadi preseden buruk dan tanda ketidakberpihakan pada investasi lokal," tegasnya.

Sebelumnya, nasib investasi seorang pengusaha lokal, Juhara Sulaeman, di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang terkatung-katung.

Sudah membangun restoran, bahkan siap buka, manajemen proyek strategis nasional (PSN) itu justru membongkar dan berjanji melakukan relokasi. 

"Bangunan sudah jadi, lalu hendak kami lakukan opening pada 10 Februari 2022. Kemudian manajemen KITB pada sekitar akhir Januari minta di relokasi dengan alasan dilokasi sekarang bukan untuk lahan komersial," terangnya yang juga Ketua Koperasi Bhakti Makmur Jaya itu beberapa waktu lalu.

Bangunan awal berada di samping Marketing Gallery  KITB sudah mencapai 99 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved