Berita Karanganyar

Inilah Sosok Suroto Linggis Komentator Sepak Bola Kocak Asal Karanganyar

Pak Bupati melakukan dribble bola, jebret, jebret. Ya ampun. Lagi-lagi membuat dag dig dug, dag dig dug, mak tratap."

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rival al manaf

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - "Pak Bupati melakukan dribble bola, jebret, jebret. Ya ampun. Lagi-lagi membuat dag dig dug, dag dig dug, mak tratap."

Itulah petikan dari komentator sepak bola, Suroto (42) saat memandu jalannya laga Trofeo Piala Bupati Cup Mutiara FC Botok 2022 antara Forkopimcam Kerjo melawan Pemkab Karanganyar yang digelar di Lapangan Krido Martani Desa Botok Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar pada akhir pekan lalu.

Penonton dalam laga tersebut dibuat terheran dan terpingkal oleh gaya komentator bola yang lebih dikenal dengan nama Suroto Linggis Mamayo. Warga Desa Buntar Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar tersebut sukses membuat pertandingan sepak bola kala itu lebih hidup dan meriah dengan celetukannya sepanjang jalannya pertandingan.

Menjadi komentator bola menjadi kesenangan tersendiri bagi Suroto karena dapat menghibur para penonton. Di samping dirinya memang sejak kecil telah memiliki kesenangan terhadap si kulit bundar itu. Profesi komentator bola juga telah akrab dengan Suroto sejak kecil. Dia kerap mendengarkan siaran sepak bola lewat radio lantaran tidak memiliki televisi.

"Awal mula saya dari kecil memang sudah senang sepak bola, ada liga perserikatan, Dulu kalau gembala ternak bawa radio, mendengarkan itu (pertandingan sepak bola)," katanya saat dihubungi Tribunjateng,com, Selasa (16/8/2022). 

Tak ayal bagaimana komentator bola memandu jalannya pertandingan lekat dalam ingatan Suroto. Dia menceritakan, pertama kali menjadi komentator bola itu saat memandu jalanya turnamen sepak bola di kampungnya karena menggantikan komentator sebelumnya yang berhalangan pada tahun 2000-an.

Dia juga belajar dari komentator sepak bola saat melihat siaran televisi nasional seiring berjalannya waktu lantaran belum banyak perbendaharaan kata yang dimiliki terkait sepak bola. Selanjutnya dia mulai menawarkan diri kepada panitia penyelenggara turnamen sepak bola di beberapa daerah wilayah Kabupaten Karanganyar.

"Referensi dari siaran radio dan televisi. Dikombinasikan," ucapnya.

Gayung bersambut, Suroto kemudian kerap menjadi komentator turnamen yang digelar oleh pemda. Selain sepak bola, terkadang dia juga menjadi komentator dalam pertandingan bola voli dan futsal. Selain di wilayah Karanganyar, dia juga sering menjadi komentator kejuaraan di wilayah Kabupaten Sragen.

Menurutnya menjadi komentator sepak bola agak susah karena temponya rapat. Dalam artian tidak boleh ada jeda terlalu lama saat memandu jalannya pertandingan.

"Kalau ada bola keluar (lapangan) harus diisi, harus banyak memperbanyak perbendaharaan kata," terangnya.

Momen Kemerdekaan RI menjadi berkah tersendiri bagi Suroto. Pasalnya banyak yang menggunakan jasanya untuk memandu jalannya kejuaraan. Di sisi lain, adanya kelonggaran dari pemerintah untuk menggelar kejuaraan sepak bola juga dapat menghidupkan kembali olahraga dan perekonomian.

"Momen 17-an bisa 5-7 job tapi dibagi dengan teman-teman," jelas Suroto..

Selama menjadi komentator, dia tidak memasang tarif kepada pihak penyelenggara. Lanjutnya, terserah kepada panitia tapi rata-rata biasanya Rp 100 ribu- Rp 150 ribu per pertandingan.

"Itu saya syukuri. Selain satu hobi, senang, masuk (lapangan) tidak bayar tapi malah dibayar," tandasnya. (Ais). 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved