Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

China Peringatkan AS dan Inggris soal Taiwan: Campur Tangan Berarti Perang

kemerdekaan Taiwan mengindikasikan munculnya perang dan akan menemui jalan buntu dalam penyelesaiannya.

Tayang:
Editor: Vito
AFP / OLGA MALTSEVA
ilustrasi - kapal perang China 

TRIBUNJATENG.COM, LONDON - Duta Besar China untuk Inggris, Zheng Zeguang telah memperingatkan bahwa campur tangan Inggris dan Amerika Serikat (AS) dalam masalah Taiwan dapat mengakibatkan terjadinya perang.

Ia mengklaim hubungan China dengan Inggris saat ini berada di persimpangan jalan di pulau itu.

Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (18/8), Zeguang pada Selasa lalu menawarkan sikap pemerintahnya tentang perselisihan teritorial, sambil menyatakan bahwa Taiwan telah menjadi 'ujian' bagi hubungan China, AS, dan Inggris.

"Selama bertahun-tahun, AS telah memainkan 'kartu Taiwan' untuk menahan China dengan menyetujui penjualan senjata ke pulau itu, meningkatkan hubungannya dengan pihak berwenang di sana," kata Zeguang.

Pernyataan itu ia sampaikan merujuk pada sebuah kebijakan yang menghalangi negara asing untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan 'yang telah lama mengklaim memiliki pemerintahan sendiri'.

Menurut dia, 'kemerdekaan Taiwan' mengindikasikan munculnya perang dan akan menemui jalan buntu dalam penyelesaiannya.

Zeguang mencatat bahwa pulau itu 'selalu menjadi masalah sensitif di pusat hubungan antara Inggris dan China'.

Ia pun meminta Inggris untuk tidak mengikuti 'jejak AS', merujuk pada kunjungan baru-baru ini yang dilakukan oleh anggota parlemen senior AS ke Taiwan.

Komentar tersebut muncul di tengah babak baru latihan militer China di udara dan perairan sekitar Taiwan. Latihan itu digelar sesaat setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.

Perlu diketahui, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss baru-baru ini mengecam latihan militer China, dengan mengatakan bahwa latihan itu 'mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut'.

Ia menggemakan kecaman serupa yang dilontarkan rekan Amerika-nya.

Sementara itu, Zeguang menuduh Inggris dan AS mengganggu perdamaian regional dengan mencoba campur tangan dalam masalah Taiwan.

Ia pun memperingatkan adanya 'konsekuensi serius' jika Inggris berani 'melanggar garis merah China'.

Hingga saat ini, China menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya.

Taiwan diklaim telah diperintah China secara otonom sejak Perang Saudara China pada 1949, saat faksi nasionalis Kuomintang dikalahkan oleh pasukan komunis di daratan, dan terpaksa melarikan diri.

Sejak saat itu, pemerintah setempat pun terus menyebut pulau itu sebagai 'Republik China', meskipun secara resmi hanya diakui oleh segelintir negara asing. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved