Berita Kudus

Mengenal Mochtar HS, Bupati Kudus 1966 yang Dibelikan Rumah dari Hasil Iuran

Ternyata di Kudus pernah ada sosok pemimpin yang dikenal karena sederhana dan kejujurannya.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Andi Budiman Mochtar, cucu pertama Mochtar HS dan Min Afiatun, anak kelima Mochtar HS saat berziarah di Makam Mochtar HS di pemakaman umum Sedomulyo Kaliputu, Jumat (19/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ternyata di Kudus pernah ada sosok pemimpin yang dikenal karena sederhana dan kejujurannya. Bahkan selama menjabat sampai berakhir sebagai bupati dia tidak memiliki rumah. Sosok tersebut adalah Mochtar Harjo Soewignyo atau yang akrab disebut Mochtar HS yang menjabat sebagai bupati pada 1966.

Berita perihal sosok Mochtar HS yang jujur itu pernah terbit dalam koran Sinar Harapan 11 Juni 1970. Belakangan berita itu kembali diunggah oleh akun resmi facebook Perpustakaan Nasional  pada 17 Agustus 2022. Berita tersebut berjudul Bekas Bupati Kudus Mendapat Rumah Dari Rakjat.

“Pemberian hadiah rumah kepada Mochtar Hs tersebut karena selama mendjadi Bupati banjak berdjoang untuk kepentingan rakjat, terutama dalam mengatasai kesulitan pangan di daerah Kudus dan usaha2 pembangunan lainnja.” Begitu petikan isi berita di koran Sinar Harapan.

Baca juga: Wali Kota Aaf Buka Pesta Rakyat Batara di Lapangan Peturen Tirto Pekalongan 

Baca juga: Video Detik-detik Evakuasi Bayi Laki-laki yang Ditemukan di Banjir Kanal Timur Semarang

Baca juga: 347 GB Data Perusahaan Diduga Bocor, Ganjar: Belum Ada Laporan Perusahaan di Jawa Tengah 

Mengenai kabar tersebut, Tribunmuria.com telah mengonfirmasi kepada anak kelima Mochtar HS, Min Afiatun, dan cucu pertama Mochtar HS, Andi Budiman Mochtar.

Baik Min Afiatun ataupun Andi membenarkan kabar tersebut, bahwa Mochtar HS selama menjadi bupati tidak memiliki rumah. Dia dan keluarga mengontrak di sebuah rumah sederhana di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota Kudus. Bahkan sampai jabatannya berakhir, dia masih tidak memiliki rumah.

Setelah selesai menjadi bupati, Mochtar sedianya hendak kembali ke Sumenep, Madura karena dia asli dan lahir di sana pada 15 Mei 1909. Alasan dia ingin kembali ke kampung halaman karena tidak memiliki rumah di Kudus. Hal itu kemudian didengar oleh Kapolres Kudus waktu itu AKBP Drs Rustamsantiko. Mendengar hal tersebut, akhirnya Santiko berupaya agar Mochtar tetap di Kudus dengan cara menghimpun dana iuran dari warga untuk membelikan rumah kepada Mochtar.

Inilah Sosok Mochtar HS mantan bupati Kudus
Inilah Sosok Mochtar HS mantan bupati Kudus (istimewa)

Singkatnya, Mochtar pun berhasil dibelikan rumah di Desa Glantengan Kudus. Rumah itu, berdasarkan berita Sinar Harapan seharga Rp 250 ribu. Tapi rupanya Mochtar masih enggan menempati rumah tersebut. Dia memilih untuk tetap tinggal di kontrakannya di Kaliputu.

“Bapak sudah terlanjur nyaman di Kaliputu, akhirnya rumah dari hasil iuran itu dijual, kemudian dibuat bayar rumah yang dikontrak di Kaliputu,” begitu kata Min Afiatun saat ditemui di kedai After Ngembalrejo, Bae, Kudus, Jumat 19 Agustus 2022.

Baca juga: Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal ‎Yang Disamarkan Pupuk

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Semarang Besok Sabtu 20 Agustus 2022, Diprediksi Hujan Ringan

Mochtar bisa dikatakan sosok yang sulit dibujuk. Sebelum dibelikan rumah, dia pernah mendapatkan tawaran oleh kapolres untuk tinggal di sebuah rumah yang ada di depan Mapolres Kudus lama, dan di bilangan Proliman Barongan. Kedua rumah itu dinilainya terlalu mewah dan dekat jalan raya. Dia enggan. Dia tetap saja memilih tinggal di kontrakan sederhana miliknya.

Mochtar tinggal di Kaliputu sampai akhir hayat. Namun kediamannya yang di Kaliputu kini telah berpindah tangan. Mochtar wafat pada 12 April 1999. Jasadnya dimakamkan di pemakaman Sedomulyo Desa Kaliputu bersama dengan makam warga umum lainnya. Di samping pusaranya merupakan pusara istrinya bernama Asiatoen yang wafat pada 25 Juni 2012. Yang membedakan makam milik Mochtar dengan yang lain hanya pagar besi yang mengelilingi pusara dan tongkat semacam bambu runcing lengkap dengan merah putih di ujungnya.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved