Berita Ungaran
Pemkab Semarang Gelar Lagi Karnaval di Ungaran Peringati HUT ke-77 RI Usai Vakum Selama Pandemi
Ribuan orang memadati sejumlah jalan antara kawasan Alun-Alun Bung Karno Kalirejo.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ribuan orang memadati sejumlah jalan antara kawasan Alun-Alun Bung Karno Kalirejo dan Jalan Ahmad Yani, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Kamis (18/8/2022) sore.
Mereka antusias menonton karnaval bertajuk Pawai Pembangunan dalam memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia.
“Sudah lama tidak ada acara seperti ini, terakhir sebelum ada Covid-19 itu,” kata warga setempat, Dani Prasetyo (28) kepada Tribunjateng.com.
Sebanyak 47 kelompok peserta karnaval dari berbagai daerah dan kecamatan di Kabupaten Semarang menampilkan berbagai macam kesenian baik dari daerahnya maupun kesenian umum.

Terdapat juga total jumlah 32 kendaraan hias yang turut meramaikan pawai itu.
Misalnya, peserta dari daerah Bandungan mengikuti karnaval dengan menggunakan mobil yanh dihiasi dengan berbagai macam bunga, khas pertanian daerahnya.
Selain dari masyarakat, sejumlah dinas juga memamerkan khas bidang mereka masing-masing.
Satu di antaranya yakni Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang yang menggelar fashion show ala Citayem Fashion Week.
Petugas dinas perhubungan menata penyeberangan zebra cross buatan di tengah jalan sebagaimana mereka merupakan penyedia sarana dan prasarana lalu lintas.
Kemudian sejumlah penampil melenggak-lenggok seperti model.
Selain itu, pegawai dinas perhubungan juga membantu menyeberangkan seorang penampil kakek-kakek yang kesulitan menyeberang jalan yang merupakan penggambaran fungsi sebenarnya dari zebra cross.

Start dari kawasan alun-alun, para peserta melakukan puncak penampilannya di depan Rumah Dinas Bupati Semarang dengan dilihat dan disambut oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha serta Kepala Diskominfo Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati selaku ketua panitia kegiatan itu.
Menurut Ngesti, antusias masyarakat yang ikut sangat besar lantaran vakumnya kegiatan masyarakat selama dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19.
“Ini kan event-nya pemerintah daerah. Artinya selama pandemi Covid-19 dua tahun ini, kita tidak ada kegiatan karnaval, nah ini, pertama kali kegiatan ini dilaksanakan kembali.
Harapan saya rasa persatuan dan kebersamaan semakin kuat, ekonomi masyarakat juga bangkit,” ungkapnya secara singkat setelah karnaval selesai. (*)