Berita Pekalongan

Tiga Tersangka Kasus Pupuk Bersubsidi di Pekalongan Dibawa Ke Lepas Kedungpane Semarang

Kasus korupsi distribusi pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Pekalongan sudah masuk ke tahap 2. Ketiga tersangka akan dikirim ke Lapas Kedungpane.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
3 tersangka kasus korupsi distribusi pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Pekalongan 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kasus korupsi distribusi pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Pekalongan sudah masuk ke tahap 2. Ketiga tersangka akan dikirim ke Lapas Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah.

Mereka akan ditahan selama 20 hari di sana sebelum menjalani persidangan. Tiga mafia pupuk itu yakni Yahya Faozi, Syarif Hidayat, dan Untung Mujiono.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas mengatakan, ada tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran pupuk urea bersubsidi di Kecamatan Kesesi, Sragi dan Siwalan.

Adapun dari pemeriksaan, kerugian negara mencapai Rp 1,27 miliar gara-gara praktik para mafia itu.

"Yahya Faozi direktur CV Tani Jaya. Ialah yang berkuasa atas CV yang menjadi distributor pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Kesesi, Sragi, dan Siwalan itu."

"Penyelewengan dilakukan oleh CV ini sejak 2019 hingga 2021," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, Sabtu (20/8/2022).

Kemudian, Syarif Hidayat dan Untung Mujiono merupakan tenaga administrasi di CV tersebut. Atas perintah Yahya Faozi, membuat laporan penyaluran pupuk secara fiktif.

"Temuan kejaksaan, pada November 2021 ada penyaluran pupuk sebanyak 188 ton. Tetapi realisasinya hanya 80 ton. Sehingga ada selisih 108 ton. Itulah yang disalurkan secara fiktif," imbuhnya.

Syambas mengungkapkan, hal itu mereka ulang kembali pada bulan berikutnya. Tercatat ada penyaluran fiktif sebesar 5,15 ton.

Pada bulan Januari dan Februari 2022 juga mereka lakukan. Kali ini sebesar 36 ton.

"Pupuk sebanyak itu, ternyata mereka salurkan ke dua kios pupuk yang merupakan milik adik dan istri Yahya Faozi."

"Tiga tersangka ini akan ditahan di Lapas Kedungpane Semarang sampai 7 September 2022," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, ketiga tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. Pasal subsidernya Pasal 3 UU Tipikor. Ancamannya, Pasal 2 minimal 4 tahun, Pasal 3 minimal 1 tahun. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved